Eat n Drink 262 | Panah Api Si Jahat
30/09/2016 No Comments Reflection Administrator

Edisi 30 September 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Ef. 5:22–6:24

5:22 Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

5:23 karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

5:24 Karena itu, sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu.

5:25 Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

5:28 Demikian juga suami harus mengasihi istrinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri.

5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi memelihara dan merawatnya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

5:31 Sebab itu, laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: Kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya.

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena demikianlah yang benar.

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

6:3 Supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

6:4 Dan kamu, Bapak-bapak, janganlah bangkitkan kemarahan di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati manusia, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

6:8 Kamu tahu bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di surga dan Ia tidak memandang muka.

6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan kuasa-kuasa dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

6:14 Jadi, berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah.

6:18 Dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus,

6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

6:21 Supaya kamu juga mengetahui kabar tentang aku, maka Tikhikus, saudara seiman kita yang terkasih dan pelayan yang setia di dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu.

6:22 Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu kabar tentang kami dan supaya ia menghibur hatimu.

6:23 Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara.

6:24 Anugerah menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.

 

Panah Api Si Jahat

Doa baca: “Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.” (Ef. 6:16)

 

Kita semua harus beriman penuh terhadap Allah, hati Allah, kesetiaan Allah, kemampuan Allah, firman Allah, kehendak Allah, dan kedaulatan Allah. Jika kita memiliki iman yang sedemikian, panah api Iblis tidak akan mampu melukai kita. Panah api si jahat adalah cobaan-cobaan, usulan-usulan, keragu-raguan, pertanyaan-pertanyaan, dusta-dusta, dan serangan-serangan Iblis. Rasul menggunakan istilah ini untuk mengilustrasikan serangan Iblis terhadap kita. Setiap pencobaan adalah suatu penipuan, satu janji palsu. Panah api itu termasuk usulan-usulan Iblis yang menggoda kita. Ketika kita bangun di pagi hari, Iblis sering mengajukan usulan-usulannya. Sebab itu, perkara yang pertama harus kita lakukan setiap pagi, ialah masuk ke dalam firman. Bila kita tidak berada dalam firman, kita tidak akan memiliki penudung untuk melawan usulan-usulan Iblis itu. Keragu-raguan dan pertanyaan juga merupakan panah api dari Iblis. Itulah Iblis yang dahulu bertanya kepada Hawa, “Tentu Allah berfirman?” (Kej. 3:1).

Ketika Iblis mengajukan pertanyaan demikian kepada kita, jawaban atau reaksi kita seharusnya ialah melarikan diri, tanpa berbicara dengannya sedikit pun. Sering kali Iblis menyerang kita dengan dusta. Panah api Iblis adakalanya datang sebagai angan-angan yang disuntikkan ke dalam pikiran kita. Angan-angan itu nampaknya adalah angan-angan kita sendiri, tetapi sebenarnya itu adalah angan-angan Iblis. Jangan mau mengakui angan-angan yang disuntikkan Iblis ke dalam Anda dengan kelicikannya. (PH Efesus, berita 65, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Tidak tahukah kamu bahwa kamu sekalian adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Kor. 3:16) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yes. 17—20

(Visited 2 times, 2 visits today)
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *