Eat n Drink 323 | Orang Benar yang Gagal
01/12/2016 No Comments Reflection Administrator

Edisi 1 Desember 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 2 Ptr. 2

2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

2:2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.

2:3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan cerita-cerita isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

2:4 Sebab Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka di mana mereka dirantai dalam kegelapan untuk disimpan sampai hari penghakiman;

2:5 Allah juga tidak menyayangkan dunia purba; Ia hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lainnya, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; 

2:6 Allah menghukum kota Sodom dan Gomora, dan memusnahkannya dengan api dan menjadikannya peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,

2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tidak mengenal hukum dan hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja —

2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa.

2:9 Jadi, nyatalah bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,

2:10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya yang mencemarkan diri dan menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat makhluk-makhluk yang mulia,

2:11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa daripada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.

2:12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat, mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,

2:13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.

2:14 Mata mereka penuh nafsu zina dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang terkutuk!

2:15 Karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan jahat.

2:16 Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.

2:17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan topan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.

2:18 Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari orang-orang yang hidup dalam kesesatan.

2:19 Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.

2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk daripada yang semula.

2:21 Karena itu, lebih baik bagi mereka, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran daripada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang dimandikan, kembali lagi ke kubangannya.”

Orang Benar yang Gagal

Doa baca: “Tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tidak mengenal hukum dan hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja.” (2 Ptr. 2:7)

Ada orang benar yang menang, ada orang benar yang gagal. Lot bukanlah seorang yang ternama dan luar biasa. Lot bisa terkenal karena mempunyai seorang paman yang terkenal, yaitu Abraham. Lot itu baik! Dia bukan hanya mengikuti pamannya keluar dari Ur-Kasdim, dia sendiri adalah orang yang benar. Namun, Lot menjadi orang benar yang gagal.

Dari kisah Lot kita bisa tahu bahwa benda yang pertama masuk adalah harta. Dalam Kejadian 13:10, kita tahu bahwa setelah Lot mengecap rasa dunia, sepertinya iman kepada Tuhan boleh disingkirkan, persekutuan dengan orang Kristen lain boleh diabaikan. Lot “melayangkan pandangan dan melihat bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya.” Dia tidak peduli lembu domba Abraham ada rumput untuk dimakan atau tidak, dia hanya mempedulikan lembu dombanya sendiri. 

Saudara saudari, hari ini Allah menaruh dunia dan Tanah Kanaan di depan Anda. Allah hendak melihat bagaimana Anda memilih!  Lot melihat Lembah Yordan banyak airnya sampai ke Zoar, seperti taman TUHAN, juga seperti Tanah Mesir. Oh, di satu pihak seperti taman TUHAN, di pihak lain seperti Mesir, inilah dunia! Sodom dan Gomora mewakili kenikmatan dosa dunia. Allah tidak memaksa Anda menempuh satu jalan tertentu. Anda menjadi Abraham yang memilih Tanah Kanaan, atau menjadi Lot yang memilih dunia? Biarlah Lot dapat menjadi suatu peringatan bagi kita, supaya kita dapat menjadi orang benar yang menang. (Orang Benar yang Gagal, W. Nee)

Ayat Hafalan: “Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih daripada permintaanku ini akan kaulakukan.” (Flm. 21)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yeh. 42—43

(Visited 1 times, 1 visits today)
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *