Eat n Drink 324 | Dia Tidak Pernah Terlambat
04/01/2017 No Comments Reflection Administrator

Edisi 2 Desember 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 2 Ptr. 3

3:1 Saudara-saudara yang terkasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni dengan peringatan-peringatan,

3:2 supaya kamu mengingat perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.

3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah bahwa pada hari-hari terakhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.

3:4 Kata mereka, “Di mana janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapak-bapak leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”

3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu bahwa oleh firman Allah, langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 

3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi waktu itu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.

3:7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

3:8 Akan tetapi, Saudara-saudaraku yang terkasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

3:9 Tuhan tidak lambat menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambatan, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus oleh nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

3:12 sementara kamu menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

3:14 Sebab itu, Saudara-saudaraku yang terkasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu didapati-Nya tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh keselamatan, seperti yang telah dituliskan kepada kamu oleh Paulus, saudara kita yang terkasih, sesuai dengan hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

3:16 Hal itu dilakukannya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang hal-hal ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar dipahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka lakukan dengan tulisan-tulisan yang lain.

3:17 Tetapi kamu, Saudara-saudara yang terkasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu, waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tidak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam anugerah dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Dia Tidak Pernah Terlambat

 

Doa baca: “Tuhan tidak lambat menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambatan, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Ptr. 3:9)

Tuhan tidak lambat menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambatan. Hati Tuhan bukan tertuju pada waktu penggenapan janji-Nya melainkan pada umat-Nya, sebagai harta pusaka (1 Ptr. 2:9; Tit. 2:14). Ia ingin kita, orang-orang tebusan-Nya, tidak dihukum, sebaliknya ada sejangka waktu yang panjang bagi kita untuk bertobat, agar kita bisa terhindar dari hukuman-Nya.

Kata “binasa” dalam ayat 9 berarti dimusnahkan. Karena “kamu” dalam ayat ini mengacu kepada kaum beriman dalam Kristus, maka “binasa” di sini bukan mengacu kepada kebinasaan kekal dari orang-orang yang tidak percaya, melainkan hukuman pendisiplinan pemerintahan Allah terhadap orang-orang beriman. Demikian juga, kata “semua” mengacu kepada kaum beriman. Selanjutnya “bertobat” di sini adalah bertobat kepada keselamatan (2 Ptr. 3:15), yaitu bertobat karena tidak berjaga-jaga untuk hari kedatangan Tuhan dan tidak menempuh hidup yang kudus dan ibadah. 

Ketika Tuhan Yesus datang kembali, Dia tidak hanya akan menghakimi hal-hal yang negatif, tetapi juga akan menerima mempelai perempuan-Nya. Mempelai perempuan dapat disiapkan hanya melalui pertumbuhan dalam hayat, dan ini memerlukan waktu. Oleh karena itu, kita harus tekun mempersiapkan diri sendiri untuk bertemu dengan Dia. (PH 2 Petrus, berita 11, W. Lee)

Ayat Hafalan: “Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih daripada permintaanku ini akan kaulakukan.” (Flm. 21)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yeh. 44—45:8

(Visited 1 times, 1 visits today)
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *