Eat n Drink 104 | Terbakar oleh Api Tuhan

Edisi 13 April 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 12:49-59

12:49 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!

12:50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!

12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.

12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

12:54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.

12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.

12:56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

12:57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?

12:58 Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.

12:59 Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

 

Terbakar oleh Api Tuhan

Doa baca: Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!” (Luk. 12:49) 

 

Demikianlah keadaan gereja di Yerusalem pada awal mula. Ketika Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, ada lidah-lidah seperti api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing, membakar mereka untuk memberitakan Injil. Tiga ribu, lima ribu orang diselamatkan, dan mereka pun terbakar hingga menjual harta milik mereka, lalu dengan bertekun dan dengan sehati menempuh hidup gereja, bersekutu, memecahkan roti, dan berdoa. Setiap hari, mereka tidak henti-hentinya mengajarkan kepada orang tentang Yesus Kristus. Ketika gereja di Yerusalem dianiaya, murid-murid terpencar ke berbagai tempat. Mereka bukan mengungsi, melainkan melemparkan api Injil ke mana-mana.

Seorang saudara berkata, “Ya, kita semua memang harus  menyalakan api rohani ke mana saja kita pergi. Di dalam setiap sidang, bila ada kesempatan, kita harus  bangkit mengobarkan api. Jangan memperdebatkan doktrin, jangan menggulingkan kekuasaan, jangan menentang gereja, tapi di mana-mana kita harus menyulut api rohani.” Gairah terhadap orang akan membuat orang itu panas, mendorong orang itu mencari Tuhan, melayani Tuhan, hidup bagi Tuhan dan gereja. Seperti tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta dalam kitab Wahyu, yang membakar orang untuk kehendak Allah, dan mendorong orang untuk ekonomi Allah. Tuhan Yesus berkata, “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi, dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!” (Lukas 12:49).

Api ini adalah Roh Kudus yang dapat membakar. Ketika Roh Kudus turun ke atas murid-murid pada hari Pentakosta, tampak kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing (Kis. 2:3). Kita wajib hidup di dalam roh, membiarkan Roh Kudus membakar, barulah roh kita bisa bergairah. Tuhan adalah api kasih yang dapat menghanguskan kita. (Gairah, LYD)

 

Ayat Hafalan:Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.” (Kol. 1:13)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Hak. 10:6—12

(112)