Eat n Drink 107 | Siapa Merendahkan Diri, Akan Ditinggikan

Edisi 16 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 14:1-14

14:1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.

14:2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya.

14:3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: “Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?”

14:4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.

14:5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” 

14:6 Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

14:7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

14:8 “Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,

14:9 supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.

14:10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.

14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

14:12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.

14:13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.

14:14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

 

Siapa Merendahkan Diri, Akan Ditinggikan 

Doa baca:Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Luk. 14:11)

 

Dalam Lukas 18:11 orang Farisi meninggikan diri mereka dalam doa mereka. Dia berkata, “Aku tidak sama seperti orang lain.” Seolah-olah di dunia ini dirinyalah yang paling benar dan paling baik, tak seorang pun dapat melebihinya. Ia mengira dirinya adalah orang benar. Betapa sombongnya orang Farisi itu. Ia mengira dirinya adalah orang benar. Ia meremehkan orang lain, memandang rendah orang lain.Lihatlah, dapatkah karunia Allah diperoleh orang sedemikian? Pasti tidak! Mengapa? Karena ia menganggap dirinya benar; ia sama sekali tidak memerlukan karunia Allah. Dengan demikian, ia menjadi orang yang ditentang Allah.  

Kita lihat orang yang lain, yaitu si pemungut cukai. Orang ini begitu datang sudah mengakui bahwa dirinya berdosa. Pemungut cukai ini dihina oleh orang Farisi tadi, namun Tuhan berkata, “Orang ini (pemungut cukai) pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.” Ini berarti si pemungut cukai telah beroleh selamat. Mengapa ia dapat beroleh selamat? Sebab ia memiliki sikap yang bisa dikaruniai Allah.

Jika Anda ingin memperoleh karunia keselamatan, Anda harus berdiri di atas kedudukan orang berdosa, kemudian barulah Anda dapat menerima karunia Tuhan. Pemungut cukai itu telah diselamatkan Allah, karena ia dengan rendah hati menerima keselamatan itu. Orang Farisi itu justru ditolak Allah, karena ia membenarkan diri sendiri. Celakalah orang yang membenarkan dirinya sendiri di hadapan Allah! Celakalah orang yang sombong di hadapan Allah! Teman, camkanlah perkataan ini: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Allah Memberi Karunia kepada Orang yang Rendah Hati, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” (Ef. 6:11)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Hak. 19

(57)