Eat n Drink 115 | Melayani Dengan Setia

Edisi 24 April 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 19:1-27

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” 

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

19:9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

19:11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.

19:12 Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.

19:13 Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.

19:14 Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.

19:15 Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.

19:16 Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.

19:17 Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.

19:18 Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.

19:19 Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.

19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.

19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.

19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.

19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.

19:24 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.

19:25 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.

19:26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.

19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”

 

Melayani Dengan Setia

Doa baca: “Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.(Luk. 19:17)

 

Setelah kita diselamatkan kita perlu melayani dengan setia. Kita perlu menggunakan apa yang diberikan kepada kita. Kita telah menerima hayat ilahi dengan atribut-atributnya dan Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya. Sebagai orang-orang yang telah menerima karunia-karunia dari hayat ilahi dan Roh Kudus, kita perlu menggunakan karunia-karunia itu sebagai “modal” untuk “melakukan usaha” dan memperoleh “keuntungan” bagi Tuhan.

Menurut 19:16-19, orang-orang yang memperoleh keuntungan akan menerima pahala. Orang yang memperoleh sepuluh mina akan memiliki kekuasaan atas sepuluh kota, dan orang yang memperoleh lima mina akan memiliki kekuasaan atas lima kota. Ini adalah satu bukti yang kuat bahwa orang-orang kudus yang menang akan dikaruniai pahala dengan kuasa pemerintahan di dalam kerajaan yang akan datang. Pahala itu akan menjadi satu bagian yang besar dari kenikmatan mereka terhadap warisan yang hilang sebagai yobel mereka. Memerintah atas sepuluh kota atau lima kota adalah bagian dari kenikmatan terhadap yobel, bagian dari kenikmatan hak kelahiran yang telah dipulihkan.

Yobel masa kini adalah satu pencicipan, dan yobel pada masa yang akan datang akan menjadi satu kenikmatan yang penuh. Pada zaman yang akan datang para pemenang akan menikmati bumi, mewarisinya seperti yang dikatakan oleh Tuhan dalam Matius 5:5. Mewarisi bumi dan memerintah atas kota-kota akan menjadi kenikmatan kita terhadap Kerajaan Allah, Kristus, dan yobel.

Perumpamaan ini juga menunjukkan bahwa ada orang akan kehilangan pahala. Ini menunjukkan bahwa ada orang dari orang-orang yang telah beroleh selamat tidak akan berbagian di dalam yobel yang akan datang. Pada zaman kerajaan, mereka tidak akan memerintah atas bumi. Hal ini harus menjadi satu peringatan bagi kita, dan hal ini seharusnya membuat kita berhati-hati dalam melayani Tuhan. (PHLukas, berita 43, W. Lee)

 

Ayat Hafalan 1:Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.” (1 Tes. 2:7)

Ayat Hafalan 2:yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.(1 Tim. 2:4)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: 1 Sam. 11—12

(166)