Eat n Drink 116 | Apa yang Perlu untuk Damai Sejahteramu

Edisi 25 April 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 19:28-48

19:28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

19:29 Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya

19:30 dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.

19:31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya.”

19:32 Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus. 

19:33 Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: “Mengapa kamu melepaskan keledai itu?”

19:34 Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”

19:35 Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.

19:36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.

19:37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat.

19:38 Kata mereka: “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!”

19:39 Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu.”

19:40 Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak.”

19:41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,

19:42 kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.

19:43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,

19:44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

19:45 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,

19:46 kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

19:47 Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,

19:48 tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

 

Apa yang Perlu untuk Damai Sejahteramu

Doa-baca: “Kata-Nya: ‘Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.’” (Luk. 19:42)

 

Sewaktu Tuhan Yesus hampir dekat ke Yerusalem, Dia tidak bersukacita. Sebaliknya, Dia meratapi kota itu. Di antara semua orang dalam kumpulan orang banyak itu, Dia mungkin satu-satunya orang yang meratap. Semua orang lainnya sedang berpesta, bersukaria, dan bersorak memuji Allah. Murid-murid itu mungkin berkata seorang kepada yang lain, “Sungguh suatu perayaan yang besar! Raja kita akan segera mengambil alih negeri ini. Kita para pengikut-Nya, akan berbagian dalam pemerintahan-Nya.” Mungkin inilah pemikiran para pengikut Tuhan itu, tetapi sesungguhnya ini bukanlah pemikiran-Nya. “Ketika Ia telah mendekati dan melihat kota itu, Yesus menangisinya” (ay. 41).

Dalam ratapan-Nya, Tuhan seolah-olah berkata, “O, Yerusalem, Yerusalem yang kasihan! Seandainya engkau tahu hari-harimu. Inilah hari lawatanmu, tetapi engkau tidak mengetahuinya. Engkau tidak gembira terhadap lawatan-Ku. Engkau perlu sadar bahwa tidak lama setelah Aku mati dan bangkit dan naik ke surga, satu hari yang berbeda akan menimpa engkau. Pada hari itu engkau akan dibinasakan.” Di kemudian hari, pasukan Romawi menghancurkan kota Yerusalem. Narasi Yosephus memperlihatkan secara terperinci betapa dahsyatnya penghancuran itu.

Damai sejahtera dalam ayat 42 akan terjadi pada pemulihan Israel (Kis. 1:6) setelah Penyelamat kembali. Yerusalem dibinasakan, dihancurkan pada tahun 70 M oleh Titus dengan pasukan Romawinya. Kata “datang” di dalam ayat 44 mengacu kepada kedatangan Penyelamat kali pertama untuk melawat mereka dalam kasih karunia pada tahun perkenan Tuhan (Luk. 2:10-14; 4:18-22). Di tengah-tengah perayaan itu Manusia-Penyelamat tidak bersukacita, melainkan bersedih. Dia akan masuk dengan penuh kemenangan ke Yerusalem, tetapi Dia tergerak oleh belas kasihan untuk kota itu. (PH Lukas, berita 44, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ul. 6:4)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: 1 Sam. 13—14

(55)