Eat n Drink 118 | Mengalahkan Kelicikan Manusia

Edisi 27 April 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 20:20—21:4

20:20 Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala mengamat-amati Yesus. Mereka menyuruh kepada-Nya mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, supaya mereka dapat menjerat-Nya dengan suatu pertanyaan dan menyerahkan-Nya kepada wewenang dan kuasa wali negeri.

20:21 Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: “Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah.

20:22 Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”

20:23 Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka yang licik itu, lalu berkata kepada mereka:

20:24 “Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar; gambar dan tulisan siapakah ada padanya?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” 

20:25 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”

20:26 Dan mereka tidak dapat menjerat Dia dalam perkataan-Nya di depan orang banyak. Mereka heran akan jawab-Nya itu dan mereka diam.

20:27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:

20:28 “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.

20:29 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.

20:30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,

20:31 dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.

20:32 Akhirnya perempuan itu pun mati.

20:33 Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”

20:34 Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,

20:35 tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.

20:36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

20:37 Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.

20:38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

20:39 Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.”

20:40 Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

20:41 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah Anak Daud?

20:42 Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,

20:43 sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.

20:44 Jadi Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”

20:45 Ketika semua orang banyak mendengarkan, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:

20:46 “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,

20:47 yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” 21:1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.

21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.

21:3 Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.

21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

 

 

Mengalahkan Kelicikan Manusia

Doa-baca: Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!’” (Luk. 20:25)

 

Menurut ayat 21, para pendukung Herodes dan orang-orang Farisi bertanya kepada Tuhan, dengan berkata, “Guru, kami tahu bahwa benarlah apa yang Engkau katakan dan ajarkan, dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar tentang jalan Allah. Apakah kita diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Ini benar-benar satu pertanyaan yang menjerat. Membayar pajak kepada Kaisar ditentang oleh orang-orang Yahudi. Jika Tuhan Yesus mengatakan boleh melakukan hal ini, Dia akan melukai orang-orang Farisi. Tetapi jika Dia mengatakan tidak boleh, maka Dia akan memberikan dasar kepada orang-orang Herodian yang berpihak kepada pemerintahan Roma untuk menuduh-Nya. Dengan mengajukan pertanyaan yang demikian kepada Tuhan, mereka menyingkapkan diri mereka sendiri sebagai orang-orang yang hina, tidak jujur, dan licik.

Dalam menangani dilema ini Tuhan kembali jujur, murni, dan bijaksana. Menyadari kelicikan mereka, Dia berkata kepada mereka, “Lalu kata Yesus kepada mereka: Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” (ay. 25). Memberikan kepada Kaisar apa yang wajib diberikan kepada Kaisar adalah membayar upeti kepada Kaisar menurut peraturan pemerintahannya. Memberikan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah adalah membayar setengah syikal kepada Allah menurut Keluaran 30:11-16 dan mempersembahkan semua perpuluhan kepada Allah menurut hukum Allah.

Dalam 20:20-26 kita nampak dua standar moralitas yang sama sekali berbeda. Orang-orang Farisi dan para pendukung Herodes itu hina, tidak jujur, dan licik. Tetapi Manusia-Penyelamat ini tulus, terus terang, jujur, dan bijaksana. (PH Lukas, berita 45, W. Lee)

Ayat Hafalan: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ul. 6:4)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: 1 Sam. 16—17

(62)