Eat n Drink 120 | Aktivitas Allah, Iblis, dan Para Penentang

Edisi 29 April 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 21:37—22:23

21:37 Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun.

21:38 Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia.

22:1 Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat.

22:2 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak.

22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. 

22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.

22:5 Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya.

22:6 Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

22:7 Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah.

22:8 Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.”

22:9 Kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya?”

22:10 Jawab-Nya: “Apabila kamu masuk ke dalam kota, kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia ke dalam rumah yang dimasukinya,

22:11 dan katakanlah kepada tuan rumah itu: Guru bertanya kepadamu: di manakah ruangan tempat Aku bersama-sama dengan murid-murid-Ku akan makan Paskah?

22:12 Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya.”

22:13 Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.

22:14 Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.

22:15 Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.

22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.”

22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.

22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.”

22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

22:21 Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.

22:22 Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!”

22:23 Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.

 

Aktivitas Allah, Iblis, dan Para Penentang 

Doa-baca: “Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak.” (Luk. 22:1-2)

 

Sewaktu Tuhan mempersiapkan diri-Nya dan murid-murid-Nya bagi kematian-Nya, para penentang — para pemimpin di dalam masyarakat orang Yahudi — sibuk mencari kesempatan untuk menangkap dan membunuh-Nya. Kedaulatan Tuhan ada di sini, karena ini adalah tahun saat Mesias akan disingkirkan, yaitu tahun saat Penyelamat yang telah ditetapkan sebelumnya harus mati. Lagi pula, bulan dan harinya telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Karena itu, penting sekali Penyelamat mati pada hari yang telah dinubuatkan dan dilambangkan dalam Perjanjian Lama.

Segala sesuatu yang diatur supaya Yesus dapat diserahkan kepada kematian pada waktu dan tempat tertentu itu tidak mudah. Ini benar-benar memerlukan pelaksanaan kedaulatan Allah Tritunggal. Putra mempersiapkan diri-Nya untuk mati. Roh itu dan Bapa juga bekerja untuk mempersiapkan lingkungan supaya Putra dapat mati disalib tepat menurut apa yang telah dinubuatkan dan dilambangkan dalam Perjanjian Lama.

Sewaktu Yesus sedang mempersiapkan diri-Nya untuk mati, para penentang sibuk dengan siasat mereka, tipu muslihat mereka. Pada saat itu pula, musuh Allah, Iblis, juga sibuk. Kapan saja Allah sibuk, Iblis juga sibuk. Khususnya, Iblis secara aktif memakai Yudas Iskariot, salah seorang dari dua belas rasul yang ditunjuk oleh Manusia-Penyelamat. Iblis menghasut Yudas untuk mengkhianati Tuhan Yesus. Iblis menginjeksikan ke dalam Yudas pemikiran mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus ke dalam tangan orang-orang yang ingin membunuh Dia. Karena itu, dalam pasal ini kita nampak komplotan para penentang dan pekerjaan Iblis. Di mana ada pekerjaan Allah, di sana selalu ada gangguan dan konflik. Namun Allah tidak pernah gagal! (PH Lukas, berita 49, Witness Lee)

 

Ayat Hafalan: Sebab Kristus adalah ’ya’ bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh karena Dia kita mengatakan ’Amin’ untuk memuliakan Allah” (2 Kor. 1:20).

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: 1 Sam. 21—23:28

(78)