Eat n Drink 121 | Mengapa Kamu Tidur?

Edisi 30 April 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 22:24-46

22:24 Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.

22:25 Yesus berkata kepada mereka: “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.

22:26 Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.

22:27 Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.

22:28 Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. 

22:29 Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,

22:30 bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,

22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

22:33 Jawab Petrus: “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!”

22:34 Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.”

22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

22:37 Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.”

22:38 Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

22:40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:

22:42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.

22:46 Kata-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.

 

Mengapa Kamu Tidur? 

Doa baca: “Kata-Nya kepada mereka: ‘Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.’” (Luk. 22:46)

 

Kita bukan hanya perlu berjaga-jaga dalam menjaga waktu doa, tetapi juga harus berjaga-jaga sambil berdoa supaya kita dapat benar-benar berdoa. Iblis akan menggunakan segala siasatnya melalui lingkungan luar kita yang memaksa kita tidak ada waktu untuk berdoa, bahkan, saat kita sudah berlutut berdoa, ia masih akan memakai segala macam tipu daya untuk menghambat kita berdoa

Sebelum berdoa mungkin kita merasa kuat, tetapi begitu berlutut berdoa, kita merasa lelah seolah-olah tidak dapat melanjutkan lagi. Hal ini tidak disebabkan oleh kurang tidur; sebab sebelum berdoa, kita tidak merasakan lelah sedikit pun, tetapi begitu kita berdoa, kita merasa lelah dan ingin tidur. Kadang-kadang bahkan gejala penyakit yang sebelumnya tidak ada tiba-tiba muncul pada saat berdoa. Mungkin kita ingin melepaskan beban melalui doa, namun sementara berlutut untuk berdoa, tidak ada sepatah kata pun yang dapat kita ucapkan. Seolah-olah kita tercekik dan kurang berdoa. Ada banyak pokok doa, tetapi pada saat berdoa kita menjadi lumpuh, dingin, dan kehilangan beban. Bahkan walaupun berusaha untuk berdoa, doa kita menjadi seperti berbicara kepada angin, dan baru mengucapkan dua atau tiga patah kata, kita sudah kehabisan bahan. Semua kondisi tersebut di atas terjadi secara mendadak selama waktu doa. Kalau kita tidak mengenal siasat Iblis dalam menghancurkan doa, kita akan berhenti berdoa. Karena itu kita harus berjaga-jaga untuk menghadapi suasana yang ingin menghentikan doa kita. Sebelum berdoa, kita harus berdoa agar Allah membuat kita bisa berdoa. Saat berdoa, kita harus memohon Tuhan untuk menolong agar kita dapat berdoa dengan angan-angan yang tidak bercabang, dan melepaskan kita dari semua siasat musuh yang menghentikan kita dari berdoa. (Berjaga-jaga dan Berdoa, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: Sebab Kristus adalah ’ya’ bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh karena Dia kita mengatakan ’Amin’ untuk memuliakan Allah” (2 Kor. 1:20).

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: 1 Sam. 23:29—26

(54)