Eat n Drink 122 | Yesus Ditangkap

Edisi 1 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 22:47-71

22:47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya.

22:48 Maka kata Yesus kepadanya: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?”

22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”

22:50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.

22:51 Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya. 

22:52 Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung?

22:53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu.”

22:54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.

22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.

22:56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya, lalu berkata: “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia.”

22:57 Tetapi Petrus menyangkal, katanya: “Bukan, aku tidak kenal Dia!”

22:58 Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: “Engkau juga seorang dari mereka!” Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak!”

22:59 Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: “Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea.”

22:60 Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan.” Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.”

22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

22:63 Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya.

22:64 Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: “Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?”

22:65 Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepada-Nya.

22:66 Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka,

22:67 katanya: “Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Jawab Yesus: “Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya;

22:68 dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab.

22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa.”

22:70 Kata mereka semua: “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” Jawab Yesus: “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”

22:71 Lalu kata mereka: “Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri.”

 

Yesus Ditangkap 

Doa baca:Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.” (Luk. 22:54)

 

Setelah Manusia-Penyelamat ditangkap, “Petrus mengikut dari jauh” (ay. 54b). Ini adalah satu petunjuk bahwa Petrus akan menyangkal Tuhan. Petrus kemudian duduk bersama sejumlah orang dekat api yang menyala di tengah-tengah halaman rumah itu (ay. 55). Ini adalah petunjuk lainnya bahwa ia akan menyangkal Tuhan. Ayat 56-57 mengatakan, “Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya, lalu berkata: Orang ini juga bersama-sama dengan Dia.” Tetapi Petrus menyangkal, katanya, “Aku tidak kenal Dia, Bu!” Setelah Petrus menyangkal Tuhan dua kali lagi, berkokoklah ayam, lalu “Berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku” (ay. 60-61). Lalu Petrus pergi ke luar dan menangis dengan sedih (ay. 62).  

Kita tahu dari Injil lainnya bahwa murid-murid lainnya tercerai berai. Dari hal ini kita nampak bahwa para pengikut Manusia-Penyelamat ini alamiah; mereka ada di dalam ciptaan lama. Tidak mengherankan, mereka perlu dibawa ke salib, diakhiri, dan diganti. Karena mereka ada dalam ciptaan lama, mereka tidak dapat menikmati yobel. Karena mengetahui apa yang mereka perlukan, Tuhan membawa mereka bersama-Nya ke salib supaya mereka dapat diakhiri dan diganti.

Manusia-Penyelamat tidak takut ditangkap. Sebaliknya, Dia berani menghadapi situasi itu, dan Dia bahkan menegur kejahatan orang-orang yang akan menangkap-Nya. Sebenarnya, Tuhan tidak ditangkap; sebaliknya Dia menyerahkan diri-Nya sendiri kepada orang-orang yang menangkap-Nya. Jika Dia tidak melakukan hal ini, siapakah yang dapat menangkap-Nya? Orang yang ditangkap ini sesungguhnya adalah Allah, Allah dalam manusia. Dia rela ditangkap untuk menggenapkan penebusan bagi para pengikut-Nya dan bagi orang-orang yang menangkap-Nya. (PH Lukas, berita 51, W. Lee)

 

Ayat Hafalan 1: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ul. 6:4)

Ayat Hafalan 2: Sebab Kristus adalah ’ya’ bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh karena Dia kita mengatakan ’Amin’ untuk memuliakan Allah” (2 Kor. 1:20).

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: 1 Sam. 27—31

(54)