Eat n Drink 132 | Kristus Sebagai Terang

Edisi 11 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yoh. 3:14-36

3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,

3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 

3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

3:22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.

3:23 Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,

3:24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.

3:25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.

3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”

3:27 Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

3:28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.

3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

3:31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.

3:32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu.

3:33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.

3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

 

Kristus Sebagai Terang 

Doa-baca: Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” (Yoh. 3:19)

 

Putra Allah datang menjadi terang, agar manusia disoroti sehingga beroleh selamat (3:19-21). Untuk menyelamatkan kita, Kristus, Putra Allah datang terlebih dahulu sebagai terang seraya menerangi orang, agar orang diselamatkan. Namun sangatlah disayangkan bahwa kebanyakan orang menyukai orang menyukai kegelapan daripada terang, gara-gara perbuatan mereka itu jahat. Siapa saja yang berbuat jahat, pasti membenci terang, enggan datang kepada terang, khawatir kalau perbuatannya yang jahat itu terbongkar.

Tapi barangsiapa datang kepada terang, tentu akan disoroti, dan melalui penerangan ini akan beroleh selamat. Terang datang duluan, kemudian beroleh selamat.

Dalam Yohanes 3 kita nampak, bahkan seorang yang berbudi pekerti tinggi pun berada di jalan kebinasaan. Walaupun ia mencari Allah, namun ia mencari menurut jalan pohon pengetahuan. Nikodemus itu mencari pengajaran, pengetahuan, dan semua ini justru milik pohon pengetahuan. Ia tidak mengetahui hayat, dan tidak mempunyai konsepsi akan hayat pula.

Insan alamiah kita, sifat jahat kita, tidak saja mendorong kita berbuat jahat, juga mendorong kita menuntut pengetahuan, malahan pengetahuan tentang Allah, namun bukan pada jalan hayat. Mencari pengetahuan semacam ini adalah di dalam jalan maut yang mendatangkan maut. Kita semua wajib berpaling dari jalur pengetahuan ini kepada jalur hayat, agar kita menerima hayat Allah menjadi kenikmatan kita. (PH Yohanes, berita 9, W.Lee)

 

Ayat Hafalan: Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” (Yes.40:8)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  1 Raj. 1

(43)