Eat n Drink 134 | Penyembah Bapa

Edisi 13 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yoh. 4:15-26

4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

4:16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”

4:17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 

4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”

4:21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”

4:26 Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

 

Penyembah Bapa

Doa-baca:Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yoh. 4:24)

 

Roh kita itulah tempat untuk menyembah Allah, yaitu menyentuh Allah. Setiap kali kita menyembah Allah di dalam roh kita, niscayalah kita minum Allah Sang air hayat. Tatkala Anda memuji Allah dengan roh Anda, serta-mertalah Anda telah minum. Asal Anda mengucapkan di dalam roh, “Puji syukur pada-Mu ya Bapa, hamba menyembah Dikau”, niscayalah Anda minum air hayat.

Tuhan pun mengatakan, bahwa sekarang ini penyembah yang sejati bukan saja menyembah Allah di dalam roh mereka, tetapi juga di dalam realitas. Hari ini, kita bukan lagi menyembah Allah di tempat yang khusus dan tertentu, melainkan Kristus yang sebagai realitas daripada segala kurban. Zaman sekarang atau saat ini, kita wajib menyembah Allah di tempat satu-satunya, yakni roh kita, dengan Kristus sebagai realitas. Bagaimanakah kita dapat melaksanakan perkara penyembahan kepada Bapa di dalam roh kita?

Misalnya beberapa saudara berhimpun dengan maksud menyembah Allah, tapi malahan menggunakan pikiran mereka. Mereka mulai membincangkan perkara menyembah Allah dan akhirnya mereka akan tercerai-berai dengan kesalnya, gara-gara perdebatan dan perselisihan opini. Saudara-saudari ini seharusnya menggunakan roh, memuji Tuhan, menyeru nama-Nya, sambil memperhatikan apa yang hendak Tuhan lakukan. Mereka tak sewajarnya menggunakan otak mereka di dalam pembicaraan, sebaliknya mereka wajib menggunakan roh mereka di dalam menyeru Tuhan. (PH Yohanes, berita 12, W. Lee)

 

Ayat Hafalan:dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,” (Ef.6:17)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  1 Raj. 3—4:19

(63)