Eat n Drink 139 | Makanan yang Bertahan Sampai Hidup yang Kekal

Edisi 18 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yoh. 6:22-31

6:22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.

6:23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.

6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 

6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”

6:29 Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?

6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.”

 

Makanan yang Bertahan Sampai Hidup yang Kekal

Doa-baca: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yoh. 6:27)

 

Makanan adalah untuk memberi kekenyangan kepada orang. Sebab itu, menurut prinsipnya, mencari apa saja yang dapat membuat orang kenyang, yang dapat memuaskan keperluan manusia, semuanya adalah makanan. Kalau Anda mencari harta kekayaan, harta kekayaan adalah makanan Anda. Kalau Anda menuntut ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan adalah makanan Anda. Kalau Anda mencari kesuksesan keluarga, kesuksesan keluarga adalah makanan Anda. Kalau Anda mencari hal berdandan rapi, hal berdandan rapi adalah makanan Anda. Apa saja yang Anda anggap bisa memuaskan Anda dan Anda cari, itu adalah makanan Anda. Tetapi, dalam pandangan Tuhan Yesus, makanan ini, hal-hal materi ini, adalah hal-hal yang dapat binasa.

Meskipun manusia merasa ada keperluan, tetapi tidak tahu apa yang mereka perlukan. Akibatnya, timbulah satu konsepsi yang salah, mengira bahwa benda-benda materi bisa memuaskan keperluan manusia. Demikianlah manusia sekuatnya menuntut hal-hal materi. Sama seperti orang-orang yang mencari Tuhan pada hari itu, meskipun merasakan lapar, tetapi tidak mengetahui apa keperluan mereka yang sesungguhnya. Mereka mengira bahwa keperluan mereka ialah roti, siapa tahu, yang mereka perlukan adalah makanan hidup yang kekal. Sebab itu Tuhan Yesus memberi tahu mereka, bekerjalah bukan untuk makanan yang dapat binasa.(Keperluan Orang Lapar)

Ayat Hafalan: “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” (Kis. 2:39)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  1 Raj. 11:1-43a

(54)