Eat n Drink 14 (Belajar Memikul Kuk Tuhan)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mat. 11:2-30

11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

11:4 Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:

11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” 

11:7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

11:8 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.

11:9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

11:10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.

11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes

11:14 dan — jika kamu mau menerimanya — ialah Elia yang akan datang itu.

11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

11:16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:

11:17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

11:18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.

11:19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

11:21 “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

11:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

11:24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.

 

Belajar Memikul Kuk Tuhan

Doa baca: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.’(Mat. 11:29-30)

 

Gandar (kuk) Tuhan adalah melakukan kehendak Bapa. Ini bukan diatur oleh tuntutan hukum Taurat atau agama yang mana pun, atau diperbudak oleh pekerjaan apa pun, melainkan dikuasai oleh kehendak Bapa. Tuhan menempuh hidup yang demikian, tidak memperhatikan apa-apa selain kehendak Bapa-Nya (Yoh. 4:34; 5:30; 6:38). Dia sepenuhnya taat kepada kehendak Bapa (Mat. 26:39, 42). Kehendak Allah ialah kuk kita. Karena itu, kita tidak bebas berbuat sesuka hati, sebaliknya kita memikul kuk.

Anak-anak muda, janganlah mengira bahwa Anda begitu bebas merdeka. Betapa baiknya memikul kuk! Kuk Tuhan itu menyenangkan dan beban-Nya ringan. Kuk Tuhan ialah kehendak Bapa dan beban-Nya ialah pekerjaan untuk melakukan kehendak Bapa. Kuk semacam ini menyenangkan, tidak menyulitkan; beban semacam ini ringan, tidak berat. Kata “menyenangkan” dalam bahasa aslinya berarti cocok untuk dipakai; juga berarti baik, bagus, lembut, halus, mudah, menyenangkan, yang berlawanan dengan apa yang keras, kasar, tajam, dan sulit.

Dalam ayat 29 Tuhan menyuruh kita untuk belajar dari Dia. Dia lemah lembut dan rendah hati. Lemah lembut berarti tidak melawan penentangan, dan rendah hati berarti tidak memandang diri sendiri tinggi. Terhadap semua penentangan, Tuhan lemah lembut; terhadap semua penolakan, Dia rendah hati. Dia sepenuhnya taat kepada kehendak Bapa-Nya. Karena itu, tidak peduli keadaan bagaimana, hati-Nya tetap memiliki perhentian. Tuhan berkata bahwa jika kita memikul kuk-Nya dan belajar dari Dia, kita akan mendapat perhentian jiwa kita. (PH Matius, berita 31, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, melalui Dia yang telah mengasihi kita.” (Rm. 8:37)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Kej. 31:17—32:21

(67)