Eat n Drink 144 | MENCARI KEMULIAAN BAPA

Edisi 23 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yoh. 8:37-59

8:37 “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

8:38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”

8:39 Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

8:40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

8:41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” 

8:42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

8:45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.

8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

8:47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.”

8:48 Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: “Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?”

8:49 Jawab Yesus: “Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.

8:50 Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.

8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

8:54 Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

 

MENCARI KEMULIAAN BAPA

 Doa-baca: Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami.” (Yoh. 8:54)

 

Mencari kemuliaan dari manusia adalah cobaan yang riil bagi setiap pekerja Kristus. Banyak yang telah ditelan dan dirusak oleh hal ini. Mencari kemuliaan dari manusia kelihatannya tidak sejahat keserakahan. Namun, ini lebih licik. Kejatuhan penghulu malaikat adalah karena menuntut kemuliaan. Ia menjadi seteru Allah dikarenakan menuntut kemuliaan. Walaupun ia itu pemimpin malaikat dengan kedudukan yang sangat tinggi, namun ia masih tetap gila kemuliaan. Itulah penyebab kejatuhannya.

Menurut Perjanjian Baru, setiap orang yang mencari kemuliaan manusia adalah pengikut Iblis. Gila kemuliaan merupakan perangkap yang dipasang Iblis untuk menjerat pekerja-pekerja Kristen. Sebab itu, semua pekerja Kristen sangat perlu belajar menghindari perangkap gila kemuliaan. Namun, tidak banyak yang lolos dari perangkap ini.  

Berapa banyak kita akan dipakai Tuhan dan berapa lama kegunaan kita tergantung pada apakah kita ini mencari kemuliaan manusia atau tidak. Jika kita mencari kemuliaan manusia, kegunaan kita dalam tangan Tuhan akan berakhir. Mencari kemuliaan untuk diri sendiri selalu membunuh kegunaan orang itu sendiri. Semoga kita semua, terutama kaum muda, sadar agar jangan sampai mencari kemuliaan manusia dalam pekerjaan Tuhan. Kemuliaan yang riil adalah kemuliaan yang datang dari Allah. Apa saja yang dianggap sebagai suatu kemuliaan pada hari ini adalah kemuliaan yang sia-sia. Sebenarnya, di dalam pekerjaan Tuhan, kita tidak seharusnya mempunyai ego, dan kita tidak seharusnya mempunyai sasaran untuk kemuliaan kita sendiri, untuk kebanggaan kita. Kita seharusnya melakukan hal-hal dengan sederhana karena Tuhan memimpin kita untuk melakukannya. (PH 1 Tesalonika, berita 12, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”(Yoh. 9:5)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  1 Raj. 18:17—19

(51)