Eat n Drink 146 | PENGLIHATAN ROHANI

Edisi 25 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yoh. 9:14-41

9:14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.

9:15 Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: “Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat.”

9:16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: “Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.” Sebagian pula berkata: “Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?” Maka timbullah pertentangan di antara mereka.

9:17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: “Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?” Jawabnya: “Ia adalah seorang nabi.”

9:18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya 

9:19 dan bertanya kepada mereka: “Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?”

9:20 Jawab orang tua itu: “Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,

9:21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri.”

9:22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.

9:23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: “Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.”

9:24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: “Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.”

9:25 Jawabnya: “Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.”

9:26 Kata mereka kepadanya: “Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?”

9:27 Jawabnya: “Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?”

9:28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: “Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.

9:29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang.”

9:30 Jawab orang itu kepada mereka: “Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.

9:31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.

9:32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.

9:33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.”

9:34 Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar.

9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”

9:36 Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.”

9:37 Kata Yesus kepadanya: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”

9:38 Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.

9:39 Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”

9:40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?”

9:41 Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.

 

PENGLIHATAN ROHANI

Doa-baca: Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.” (Yoh. 9:39)

 

Manusia sejak lahirnya tidak mengenal Allah dan perkara rohani. Orang yang buta sejak lahir adalah orang yang tidak pernah melihat terang. Baik terang matahari, bulan, bintang, atau lampu, bagi dia semuanya gelap. Sebab itu orang yang buta adalah orang yang berada dalam kegelapan. Demikian juga hari ini ada Alkitab, ada gereja, ada banyak penginjil, ada banyak buku rohani, semuanya ini adalah terang rohani, yang bisa membuat orang mengerti perkara rohani Allah. Tetapi banyak orang masih tidak mengerti, tidak dapat melihat, ini membuktikan batin mereka sepenuhnya berada dalam kegelapan, buta sejak lahirnya.  

Orang yang buta sejak lahirnya juga adalah orang yang miskin. Dalam Injil Yohanes ini, orang yang buta ini adalah pengemis. Ia adalah orang yang sangat miskin. Pada akhir Alkitab, dalam Wahyu 3:18 juga memperlihatkan kepada kita bahwa miskin berhubungan dengan buta. Siapa yang buta, ia adalah miskin. Ini tentunya pembicaraan secara rohani. Orang yang sama sekali tidak mengerti perkara rohani, sama sekali tidak mengenal Allah, akhirnya dalam perkara rohani, ia pasti sangat miskin. Mungkin seseorang mempunyai banyak pengetahuan duniawi, juga mempunyai harta kekayaan duniawi tetapi ketika menyinggung perkara rohani, Anda merasakan dia adalah seorang miskin.

Seseorang miskin dalam perkara rohani dikarenakan mata batiniahnya belum tercelik. Orang yang demikian matanya perlu dicelikkan, sehingga bisa melihat. Dalam perkara rohani, tidak ada satu hal yang lebih penting daripada terceliknya mata rohani. Kalau mata seseorang buta, tidak ada satu perkara rohani pun yang bisa dia kenal dan dapatkan. Tapi kalau Anda nampak, Anda akan mendapatkan. (Keperluan Orang Buta, W. Lee) 

 

Ayat Hafalan: Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”(Yoh. 9:5)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  1 Raj. 22

(45)