Eat n Drink 150 | KUASA KEBANGKITAN DAN KERJA SAMA KITA

Edisi 29 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yoh. 11:41-57

11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.

11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”

11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. 

11:46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.

11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.

11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa,

11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,

11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.

11:54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.

11:55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.

11:56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

11:57 Sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia.

 

KUASA KEBANGKITAN DAN KERJA SAMA KITA 

Doa-baca: Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yoh. 11:43-44)

 

Kita harus nampak satu hal, yaitu Tuhan sanggup membangkitkan Lazarus dari kematian. Tetapi Ia tidak akan dapat berbuat sesuatu apapun kalau Ia terus-menerus dihalangi oleh opini-opini manusia. Ia akan terhalang oleh opini-opini itu sampai saat di mana opini-opini itu ditaklukkan. Akhirnya Marta tertaklukkan oleh sejumlah ketaatan tertentu. Tuhan mempunyai hayat kebangkitan, kekuatan kebangkitan, tetapi semuanya itu memerlukan kerja sama kita, memerlukan ketaatan kita. Apakah ketaatan itu? Dengan sederhana, ketaatan adalah penyerahan akan opini kita. Anda harus menyerahkan opini Anda dan membiarkan Tuhan berbicara. Ketika Ia menyuruh kita, “Angkatlah batu itu”, kita harus segera mengangkatnya. Kita harus taat, bekerja sama dan berkoordinasi dengan-Nya. Kita perlu taat akan perkataan-Nya, bekerja sama dan berkoordinasi dengan kekuatan kebangkitan.

Mengapa Tuhan yang sanggup membangkitkan orang yang mati tidak mengangkat sendiri batu itu? Ini dikarenakan kekuatan kebangkitan-Nya membutuhkan kerja sama kita. Segera setelah mereka mengangkat batu itu, Tuhan berseru dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar!” (11:41-43) dan Lazarus bangkit dari kematian. Begitu ia mendengar suara Tuhan yang hidup, ia dihidupkan dan bangkit dari kematian. Setelah Lazarus keluar dari kubur, masih perlu kerja sama dari manusia. Tangan kaki Lazarus masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Ketika mereka melakukan itu, maka sempurnalah pekerjaan kebangkitan. Pekerjaan kita haruslah merupakan kerja sama dengan Tuhan untuk membebaskan orang-orang lain dari perbudakan yang mengikat mereka. Melalui kerja sama inilah gereja menjadi kesaksian Tuhan yang adalah hayat. Dalam penghidupan dan pekerjaan Tuhan dan bekerja sama dengan kekuatan kebangkitan-Nya. (PH Yohanes, berita 23, W. Lee) 

 

Ayat Hafalan: Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” (Yoh. 9:5)

Ayat Hafalan: Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (Yoh. 10:11)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  2 Raj. 6:8—8

(59)