Eat n Drink 153 | Mencari Perkenan-Nya

Edisi 1 Juni 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yoh. 13:1-17

13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.

13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 

13:6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”

13:7 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

13:8 Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

13:9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”

13:10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”

13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

13:16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.

13:17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

 

Mencari Perkenan-Nya 

Doa-baca: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.” (Yoh. 13:16)

 

Sebagaimana perjalanan Tuhan di dunia ini, begitu pulalah perjalanan kita. Jika kita mengakui diri kita adalah hamba Tuhan, hendaklah kita memiliki sikap yang mendasar ini — mencari perkenan-Nya. Tanpa sikap ini, cepat atau lambat kita pasti gagal. Entah berapa banyak orang terjatuh karena lebih menyukai kemuliaan manusia daripada kemuliaan Allah. Oh, saudara saudari, masalah kemuliaan manusia, entah telah berapa dalamnya tertanam di atas diri kita, entah harus melalui berapa banyak pelajaran dan pengalaman baru bisa terbongkar secara tuntas dari diri kita. Sejak manusia makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, di atas diri manusia timbul satu kesulitan yang fatal, yaitu kemuliaan manusia. Kita masing-masing memiliki takhta, dan takhta itu berdiri di atas kemuliaan manusia. Jika kita ingin menjadi hamba Tuhan yang setia, kita harus turun dari atas takhta kita itu. Kalau tidak, kita tidak dapat melayani Tuhan. 

Ibrani 12:2 memberi tahu kita bahwa Tuhan sudah mengabaikan kehinaan tekun memikul salib. Saudara saudari, salib bukan saja kematian bahkan sesuatu yang memalukan. Jika salib telah menghancurkan Anda, maka atas diri Anda akan muncul satu keadaan yang nyata, yaitu Anda tidak lagi takut dipermalukan. Banyak kegagalan orang-orang Kristen disebabkan takut malu, menyukai kemuliaan manusia, tidak mau turun dari takhtanya sendiri. Semoga Allah mengaruniai kita, agar kita memiliki sebuah hati yang ingin mencari perkenan Allah. (12 Bakul vol. 5, Berita 3, W. Nee)

Ayat Hafalan: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.“ (Yoh.1:1)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  2 Raj. 13—15:22a

(45)