Eat n Drink 169 | Taat adalah Mutlak, Menurut adalah Relatif

Edisi 18 Juni 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 4:13-31

4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

4:14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

4:15 Setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,

4:16 dan berkata, “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem bahwa mereka telah mengadakan suatu mukjizat yang mencolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.

4:17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersebar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.” 

4:18 Setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.

4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar.”

4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang itu tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena orang banyak memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

4:22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mukjizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

4:23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.

4:24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

4:25 Oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapak kami, Engkau telah berfirman: Mengapa gusar bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka hal yang sia-sia?

4:26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

4:27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,

4:28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan sejak semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.

4:29 Sekarang, ya Tuhan, lihatlah ancaman-ancaman mereka dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian sepenuhnya untuk memberitakan firman-Mu.

4:30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.”

4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

 

Taat adalah Mutlak, Menurut adalah Relatif 

Doa baca: “Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: ‘Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.’”(Kis. 4:19)

 

Masalah pertama bagi kita yang hidup di bumi ini bukan bolehkah kita melakukan sesuatu, melainkan apakah hal itu kita lakukan karena taat. Bukan masalah kita melakukan atau tidak melakukan, melainkan masalah apa yang kita taati. Tanpa ketaatan tidak ada pekerjaan, tidak ada pelayanan. Jadi, semua pekerjaan orang Kristen harus dikerjakan berdasarkan ketaatan. Tidak ada yang berasal dari inisiatif kita sendiri, segalanya hanya berupa “tanggapan”. Tidak ada satu tindakan pun yang aktif, semuanya pasif. Dengan kata lain, semua harus berasal dari Allah, bukan berasal dari diri sendiri.

Kisah Para Rasul 4:19 mengatakan, “Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: ‘Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.’” Namun roh mereka tidak memberontak, melainkan tetap tunduk di bawah semua orang yang berwewenang. Menurut bukanlah hal yang mutlak; ada kekuasaan yang harus dituruti, tetapi ada kekuasaan yang tidak dapat dituruti—seperti halnya perkara-perkara yang menyangkut kepercayaan asasi orang Kristen, misalnya, percaya kepada Tuhan, memberitakan Injil, dan lainnya. Sebagai anak, adakalanya boleh menyampaikan usul kepada orang tua, namun tidak boleh mengandung sikap yang tidak taat. Bagaimanapun ketaatan kita harus mutlak. Perkara yang dapat kita turuti, itu memang berarti taat, tetapi ada perkara yang tidak dapat kita turuti, namun juga harus tetap taat. Sewaktu menyampaikan usul pun harus tetap taat. Itu adalah masalah sikap.

Kisah Para Rasul 15 mencantumkan satu teladan sidang gereja. Ketika sidang sedang berlangsung, boleh mengajukan usul atau pendapat atau bahkan berdebat, tetapi ketika keputusan ditetapkan, setiap orang harus menaatinya. (Kekuasaan dan Ketaatan, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: Karena itu, harus­lah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna.” (Mat. 5:48)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  1 Taw. 25—26

(48)