Eat n Drink 172 | Memilih untuk Menderita bagi Dia

Edisi 21 Juni 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 5:3342

5:33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

5:34 Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang pengajar hukum Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, berdiri dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.

5:35 Sesudah itu ia berkata kepada sidang itu, “Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!

5:36 Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya sebagai orang yang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan tercerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.

5:37 Sesudah dia, pada waktu sensus penduduk, muncullah Yudas, orang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan tercerai-berailah seluruh pengikutnya. 

5:38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak apa-apa terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,

5:39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; bahkan mungkin ternyata kamu justru melawan Allah.” Nasihat itu diterima.

5:40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu mencambuk mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.

5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan sukacita, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

5:42 Setiap hari mereka mengajar di Bait Allah dan di rumah-rumah dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

 

Memilih untuk Menderita bagi Dia 

Doa-baca: Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan sukacita, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. (Kis. 5:41)

 

Firman Allah sendiri menyatakan Allah tidak mempunyai maksud supaya anak-anak-Nya menderita. Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak menahan apa yang baik untuk kita. Seluruh Alkitab melukiskan kasih sayang dan perhatian Tuhan. Kita tidak boleh memperkenalkan pengajaran pertapaan ke dalam kekristenan

Dalam Alkitab, penderitaan mengacu pada pilihan yang sengaja dibuat seseorang di hadapan Allah. Tuhan telah mengatur agar hari-hari kita dipenuhi dengan karunia berkat-Nya, tetapi untuk melayani Dia dan menjadi seorang pelayan-Nya, kita malahan memilih jalan penderitaan. Maka, jalan penderitaan adalah sebuah pilihan. Kita memilih jalan untuk menderita. Kita menderita dengan rela demi melayani Dia. Menurut rencana Allah, kita dapat menghindari banyak penderitaan. Namun demi melayani Allah, kita malah dengan gembira memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang. Inilah yang dimaksudkan dengan memiliki pikiran untuk menderita.

Memiliki pikiran untuk menderita adalah keperluan dasar dalam karakter seorang pelayan Allah. Tanpa pikiran sedemikian, pekerjaan kita akan menghasilkan sedikit saja, dan kualitas pekerjaan yang kita lakukan akan sangat dangkal. Jika seorang pekerja Tuhan tidak memiliki pikiran untuk menderita, ia tidak dapat bekerja sama sekali di pandangan Allah. Dalam kitab ini rasul memberikan teladan yang baik bagi kita, bahwa untuk dapat melayani Tuhan, kita memerlukan tekad untuk menderita bagi Dia. (Karakter Pekerja Kristus, bab 3, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus.” (Ef. 3:4) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  2 Taw. 1—5:1

(58)