Eat n Drink 173 | Mencerminkan Kemuliaan Tuhan

Edisi 22 Juni 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 6:17:1

6:1 Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian keperluan sehari-hari kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

6:2 Kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Tidak baik jika kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.

6:3 Karena itu, Saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik dan penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,

6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.”

6:5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. 

6:6 Mereka dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu pun berdoa dan menumpangkan tangan di atas mereka.

6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

6:8 Stefanus, yang penuh dengan anugerah dan kuasa, mengadakan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.

6:9 Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut Orang-orang Merdeka — mereka berasal dari Kirene dan Aleksandria — bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Mereka berdebat dengan Stefanus,

6:10 tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.

6:11 Lalu mereka mempengaruhi beberapa orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.”

6:12 Dengan jalan demikian mereka menghasut orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

6:13 Lalu mereka mengajukan saksi-saksi palsu yang berkata, “Orang ini tidak henti-hentinya mengucapkan perkataan yang menentang tempat kudus ini dan hukum Taurat,

6:14 sebab kami telah mendengar dia mengatakan bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan meruntuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.”

6:15 Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

7:1 Kata Imam Besar, “Benarkah demikian?”

 

Mencerminkan Kemuliaan Tuhan 

Doa-baca: Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat. (Kis. 6:15)

 

Kita, sebagai kaum beriman yang percaya kepada Tuhan dapat dengan muka yang tidak berselubung memandang dan memantulkan (seperti cermin) kemuliaan Tuhan dengan demikian diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan. Dalam 2 Korintus 3:18 dikatakan “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” Kata kita mengacu kepada para rasul, menjadi teladan-teladan dan wakil-wakil semua orang beriman. Ini berarti bagaimana keadaan para rasul seharusnya, kita juga harus begitu. Karena itu, ayat-ayat ini juga berhubungan dengan kita. Kita seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan.

Ketika kita dengan muka yang tidak berselubung memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan, Dia menginfus kita dengan unsur-unsur apa adanya Dia dan apa yang Dia kerjakan. Demikianlah, kita diubah secara metabolis, ditransfigurasikan terutama oleh pembaruan pikiran kita (Rm. 12:2), menjadi gambar-Nya. Sedang diubah menyatakan kita sedang berada dalam proses pengubahan. Karena itu kita perlu terbuka kepada kepada Tuhan, Dia sebagai Roh pemberi-hayat masuk ke dalam diri kita untuk menginfuskan hayat-Nya ke dalam kita, beroperasi dengan kuasa hayat-Nya, dan membentuk kita menjadi serupa dengan gambar-Nya. (PH 2 Korintus, berita 47, W. Lee)

 

 

Ayat Hafalan: “Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus.” (Ef. 3:4) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  2 Taw. 5:2—7:10

(55)