Eat n Drink 176 | Menerima dan Melihat Kuasa Roh Kudus

Edisi 25 Juni 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 8:425

8:4 Mereka yang tersebar itu menjelajahi seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.

8:5 Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.

8:6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua memperhatikan dengan sepenuh hati apa yang diberitakannya itu.

8:7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.

8:8 Karena itu, sangatlah besar sukacita dalam kota itu.

8:9 Di kota itu ada seorang bernama Simon yang sejak dahulu telah melakukan sihir dan menakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting.

8:10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata, “Orang ini adalah kuasa Allah yang disebut Kuasa Besar.”

8:11 Mereka mengikutinya, karena sudah lama ia menakjubkan mereka dengan sihirnya.

8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.

8:13 Simon sendiri juga percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat besar yang terjadi.

8:14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.

8:15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.

8:16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

8:17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.

8:18 Ketika Simon melihat bahwa Roh itu diberikan melalui penumpangan tangan rasul-rasul itu, ia menawarkan uang kepada mereka,

8:19 serta berkata, “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.”

8:20 Tetapi Petrus berkata kepadanya, “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.

8:21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam hal ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah.

8:22 Jadi, bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan semoga Ia mengampuni niat hatimu ini;

8:23 sebab kulihat bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.”

8:24 Jawab Simon, “Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu.”

8:25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak desa di Samaria.

 

Menerima dan Melihat Kuasa Roh Kudus

Doa baca: “Tidak ada bagian atau hakmu dalam hal ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, semoga Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan (Kis. 8:21-23)

 

Roh Kudus Allah sekali-kali tidak mungkin dicurahkan ke atas daging, baik daging yang paling nista maupun yang paling lembut. Di mana tidak ada bilur-bilur salib, di situ tidak ada minyak urapan Roh Kudus. Kematian Tuhan Yesus adalah vonis yang dijatuhkan Allah ke atas semua manusia yang di dalam Adam, yakni: “Semuanya harus mati.” Setelah Tuhan Yesus mati, barulah Allah menurunkan Roh Kudus. Demikian pula, bila orang Kristen belum memiliki pengalaman atas kematian Tuhan Yesus, yaitu mati terhadap segala sesuatu yang dimiliki ciptaan lama, tak mungkinlah ia mengharap untuk bisa melihat kuasa Roh Kudus. Sebagaimana Pentakosta pada aspek sejarah terjadi setelah Golgota, demikian pula kepenuhan kuasa Roh Kudus terjadi setelah kita memikul salib. 

Di hadapan Allah, daging selamanya terhukum. Allah justru ingin mematikan daging. Jika orang Kristen enggan membiarkan daging mati, malah berusaha memperindahnya dengan bantuan Roh Kudus agar ia bisa lebih tangguh bekerja bagi Allah, hal ini mustahil sama sekali. Apakah sebenarnya motivasi kita? Reputasi? Mengambil hati manusia atau pujian dan kehormatan manusia? Keberhasilan? Perkenan manusia? Atau membangun diri sendiri? Siapa yang bermotivasi keruh, yang tidak murni (bercabang hati) mustahil menerima baptisan Roh Kudus.Karena itu kita perlu terang Tuhan untuk menyingkapkan motivasi hati kita. (Manusia Rohani 2, Bagian 4, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.” (Ef. 5:32).

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  2 Taw. 12:16b—16:14

(53)