Eat n Drink 177 | Keselamatan oleh Baptisan

 Edisi 26 Juni 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 8:26-40

8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, “Bangkitlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi.

8:27 Lalu Filipus bangkit dan berangkat. Adalah seorang Etiopia, seorang pejabat istana, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.

8:28 Orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab Nabi Yesaya.

8:29 Lalu kata Roh kepada Filipus, “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”

8:30 Filipus bergegas ke situ dan mendengar pejabat istana itu sedang membaca kitab Nabi Yesaya. Kata Filipus, “Mengertikah Tuan apa yang Tuan baca itu?” 

8:31 Jawabnya, “Bagaimana aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

8:32 Nas yang dibacanya itu berbunyi sebagai berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.

8:33 Dalam kehinaan-Nya, keadilan tidak diberikan kepada-Nya; siapa yang akan menceritakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.

8:34 Lalu kata pejabat istana itu kepada Filipus, “Aku bertanya kepadamu, tentang siapa nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?”

8:35 Filipus pun mulai berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil tentang Yesus kepadanya.

8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata pejabat istana itu, “Lihat, di situ ada air; apakah ada halangan bagiku untuk dibaptis?”

8:37 [Sahut Filipus, “Jika Tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya, “Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”]

8:38 Orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun pejabat istana itu, lalu Filipus membaptis dia.

8:39 Setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba membawa Filipus pergi dan pegawai istana itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

8:40 Ternyata Filipus sudah berada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

 

Keselamatan oleh Baptisan 

Doa baca:Orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun pejabat istana itu, lalu Filipus membaptis dia.” (Kis 8:38)

 

Dalam Alkitab, baptisan berhubungan dengan keselamatan. “Siapa yang percaya dan dibaptis, pasti diselamatkan” (Mrk. 16:16 Tl.). Meskipun kita tidak dapat berbicara berdasarkan Alkitab tentang “kelahiran kembali melalui baptisan”, tetapi kita dapat berbicara tentang “keselamatan melalui baptisan”. Apakah artinya keselamatan? Keselamatan tidak ada hubungannya dengan dosa-dosa atau kuasa dosa. Keselamatan berhubungan dengan sistem dunia. Kita terlibat di dalam sistem dunia Iblis. Jadi, diselamatkan berarti dikeluarkan dari sistem dunia Iblis dan masuk ke dalam sistem dunia Allah. Dengan memasuki bahtera, Nuh dan orang yang bersamanya melangkah demi iman keluar dari dunia usang yang bobrok dan masuk ke dalam dunia yang baru. Yang ditekankan di sini bukanlah mereka secara pribadi tidak binasa, melainkan mereka keluar dari sistem dunia yang bobrok itu. Inilah keselamatan.

Aspek pertama dari baptisan ialah mengakhiri satu ciptaan lama; dan aspek kedua dari baptisan ialah membuat kita masuk ke dalam ciptaan yang baru (Rm. 6:3). Ketika Anda masuk ke dalam air, dunia Anda juga ikut bersama Anda masuk ke dalam air. Ketika Anda bangun di dalam Kristus, dunia Anda telah tenggelam seluruhnya. Jadi jelaslah, bahwa baptisan bukanlah masalah secangkir air (baptis percik), atau satu kolam air (baptis selam). Baptisan jauh lebih besar daripada itu, karena bersangkut paut dengan kematian dan kebangkitan Tuhan kita, dan berhubungan dengan dua dunia. Siapa saja yang pernah melihat orang berpaling kepada Kristus di suatu negara kafir, pasti mengetahui betapa hebat keadaan yang timbul akibat baptisan.(Kehidupan Orang Kristen yang Normal, bab 1, W. Nee)

 

Ayat Hafalan 1: “Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,” (Ef. 3:4)

Ayat Hafalan 2: Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.” (Ef.5:32).

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  2 Taw. 17:1—21:1a

(158)