Eat n Drink 183 | Belajar dari Perkara Apolos

Edisi 12 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 18:23–19:20

18:23 Setelah tinggal beberapa lama di situ, ia berangkat lagi, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.

18:24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat menguasai Kitab Suci.

18:25 Ia telah menerima pengajaran tentang Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.

18:26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.

18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara seiman di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya, ia menjadi sangat berguna bagi orang-orang yang percaya oleh anugerah Allah. 

18:28 Sebab dengan penuh semangat ia membantah orang-orang Yahudi di depan umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesuslah Mesias.

19:1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajahi daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.

19:2 Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu percaya?” Akan tetapi, mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus.”

19:3 Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu, dengan baptisan mana kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.”

19:4 Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat dan ia berkata kepada orang banyak bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.”

19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

19:6 Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa lidah dan bernubuat.

19:7 Mereka semua berjumlah kira-kira dua belas orang.

19:8 Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan berbicara dengan berani serta berdebat dengan mereka untuk meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

19:9 Tetapi ada beberapa orang yang keras hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.

19:10 Hal ini dilakukannya selama dua tahun, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

19:11 Melalui tangan Paulus Allah mengadakan mukjizat-mukjizat yang luar biasa,

19:12 bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

19:13 Juga beberapa dukun Yahudi yang berkeliling di negeri itu, mencoba menyerukan nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh-roh jahat, katanya, “Aku menyumpahi kamu dalam nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”

19:14 Yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi bernama Skewa.

19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab, “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapa kamu?”

19:16 Lalu orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa, menguasai dan mengalahkan mereka semua, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

19:17 Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.

19:18 Banyak di antara mereka yang telah percaya, datang dan mengaku di muka umum bahwa mereka pernah melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.

19:19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di hadapan semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.

19:20 Dengan jalan ini, makin tersebarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

 

Belajar dari Perkara Apolos  

Doa baca: “Ia telah menerima pengajaran tentang Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.” (Kis. 18:25)

 

Ada satu pelajaran untuk kita pelajari dari perkara Apolos dalam Kisah Para Rasul 18. Kita mungkin mengira bahwa kita berada dalam jalan Tuhan, tetapi sebenarnya kita mungkin telah tertinggal dalam pergerakan Tuhan. Kita mungkin tidak memiliki visi mengenai pergerakan-Nya di bumi pada hari ini. Apolos itu baik, alkitabiah, dan penuh kuasa dalam menerangkan firman Tuhan, namun ia tertinggal mengenai pergerakan Tuhan. Demikianlah situasi di antara kebanyakan orang Kristen pada hari ini. Mereka mengasihi Tuhan dan mereka mengenal Kitab Suci sampai tingkat tertentu, tetapi mereka telah tertinggal dalam pergerakan Tuhan. Visi mereka tentang pergerakan Tuhan sangat kurang.  

Sewaktu kita membahas perkara Apolos, kita semua perlu merendahkan diri dan mengosongkan roh kita. Tuhan Yesus berkata,“Berbahagialah orang yang miskin di dalam roh, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga” (Mat. 5:3, Tl.). Miskin di dalam roh bukan hanya rendah hati, tetapi juga dikosongkan dalam roh kita, dalam kedalaman diri kita. Banyak pemimpin Yahudi mengenal pergerakan Allah dalam Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak melihat bahwa Allah ingin memiliki suatu permulaan baru bagi ekonomi Perjanjian Baru-Nya.  

Karena Tuhan selalu maju dalam pergerakan-Nya, kita tidak boleh puas dengan keadaan kita sekarang. Sebaliknya, kita harus merendahkan diri kita dan membuang segala sesuatu yang memenuhi roh kita supaya roh kita dapat menerima sesuatu yang baru mengenai pergerakan Tuhan agar kita tidak tertinggal dalam pergerakan-Nya. (PH Kisah Para Rasul, berita 50, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku.” (Yoh. 16:9) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Neh. 7:5—8:19

(69)