Eat n Drink 188 | Kristus yang Korporat

Edisi 17 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab : Kis. 21 : 40 22:29

21:40 Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada orang banyak itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya,

22:1 “Saudara-saudara dan Bapak-bapak, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan sekarang kepadamu sebagai pembelaan diri.”

22:2 Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata,

22:3 “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.

22:4 Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. 

22:5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-tua dapat bersaksi. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.

22:6 Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah mendekati Damsyik, kira-kira tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku.

22:7 Lalu rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?

22:8 Jawabku: Siapakah Engkau, Tuan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.

22:9 Orang-orang yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

22:10 Lalu kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.

22:11 Karena aku tidak dapat melihat disebabkan oleh cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.

22:12 Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang yang saleh menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.

22:13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, hendaklah engkau melihat kembali! Seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.

22:14 Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.

22:15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.

22:16 Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan dengan berseru kepada nama Tuhan!

22:17 Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi.

22:18 Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.

22:19 Jawabku: Tuhan, mereka tahu bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan mencambuk mereka.

22:20 Ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya.

22:21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.”

22:22 Orang banyak itu mendengarkan Paulus sampai perkataan itu; lalu mereka mulai berteriak, “Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup!”

22:23 Mereka terus berteriak sambil melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu ke udara.

22:24 Karena itu kepala pasukan memberi perintah untuk membawa Paulus ke markas dan menyuruh memeriksa dan mencambuk dia, supaya dapat diketahui apa sebabnya orang banyak itu berteriak-teriak demikian terhadap dia.

22:25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk dicambuk berkatalah ia kepada perwira yang bertugas, “Bolehkah kamu mencambuk seorang warga negara Roma, apalagi tanpa diadili?”

22:26 Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya, “Apa yang hendak engkau perbuat? Orang itu warga negara Roma.”

22:27 Lalu datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata, “Katakanlah, benarkah engkau warga negara Roma?” Jawab Paulus, “Benar.”

22:28 Lalu kata kepala pasukan itu, “Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal.” Jawab Paulus, “Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku.”

22:29 Lalu mereka yang harus mencambuk dia, segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah tahu bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah warga negara Roma.

 

Kristus yang Korporat

Doa baca: “Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”(Kis. 22:7)

 

Pada saat Saulus menyiksa kaum beriman, Tuhan berkata kepadanya bahwa yang sebenarnya disiksa adalah Yesus. Dari kisah ini kita dapat mengetahui bahwa Gereja yang merupakan kumpulan kaum beriman adalah Kristus yang korporat. Dalam Alkitab tidak hanya ada Kristus yang individual, namun juga ada Kristus yang korporat. Kristus adalah Kepala, gereja itulah Tubuh, maka Kristus ditambah gereja sama dengan Kristus korporat Kristus sendiri sudah mendapatkan kemenangan secara total, namun gereja masih belum mengalami kemenanganNya. Kemenangan yang telah dimiliki Sang Kepala itu belum sepenuhnya dialami oleh Tubuh.

Tak hanya demikian, gereja juga masih belum cukup mengenal Kristus. Walaupun mereka semua mempunyai hayat-Nya, tetapi gereja masih dalam taraf bayi, belum akil-balig, belum mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan perawakan Kristus seperti yang disebutkan dalam Efesus 4:13. Gereja harus mencapai tingkat tertentu baru bisa memuaskan kehendak hati Allah. Kehendak hari Allah adalah mendapatkan Tubuh-Nya mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan perawakan Kristus. Karena itu Tubuh Kristus perlu terus dibangun. Pembangunan Tubuh Kristus inilah yang menjadi pekerjaan Allah pada hari ini. Pekerjaan ini menduduki tempat yang paling besar dan paling penting dalam seluruh pekerjaan-Nya. Pekerjaan ini adalah inti pekerjaan Allah yaitu pembangunan Tubuh Kristus. Marilah kita berbagian didalam pembangunan Tubuh Kristus hari ini.  (Penghidupan Gereja yang Normal, W.Nee)

Ayat Hafalan: “Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (Ef. 2:22) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Est. 8:3—10:3

(58)