Eat n Drink 189 | Berani Bersaksi tentang Aku

Edisi 18 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 22:3023:15

22:30 Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu, keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan para anggota Mahkamah Agama lainnya berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka.

23:1 Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, Paulus berkata, “Saudara-saudara, sampai hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah.”

23:2 Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut Paulus.

23:3 Membalas itu Paulus berkata kepadanya, “Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat dengan perintahmu untuk menampar aku.”

23:4 Orang-orang yang hadir di situ berkata, “Engkau mengejek Imam Besar Allah?” 

23:5 Jawab Paulus, “Hai Saudara-saudara, aku tidak tahu bahwa ia adalah Imam Besar. Memang ada tertulis: Janganlah engkau berkata jahat tentang seorang pemimpin bangsamu!”

23:6 Karena tahu bahwa sebagian dari mereka orang Saduki dan sebagian orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, “Saudara-saudara, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharapkan kebangkitan orang mati.”

23:7 Ketika ia berkata demikian, timbullah pertengkaran antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu.

23:8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

23:9 Lalu terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari aliran Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya, “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.”

23:10 Pertengkaran besar pun terjadi, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas.

23:11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya, “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah engkau harus bersaksi di Roma.”

23:12 Setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan mengikat diri dengan sumpah bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus.

23:13 Jumlah mereka yang mengadakan komplotan itu lebih daripada empat puluh orang.

23:14 Mereka pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dan berkata, “Kami telah mengikat diri dengan sumpah bahwa kami tidak akan makan atau minum, sebelum kami membunuh Paulus.

23:15 Karena itu sekarang hendaklah kamu bersama-sama dengan Mahkamah Agama menganjurkan kepada kepala pasukan, supaya ia menghadapkan Paulus lagi kepada kamu, seolah-olah kamu hendak memeriksa perkaranya lebih teliti. Sementara itu kami sudah siap sedia untuk membunuh dia sebelum ia sampai kepada kamu.”

 

Berani Bersaksi tentang Aku

Doa baca: “Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: ‘Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.’” (Kis.23:11)

 

Dalam Kisah Para Rasul 21, Paulus berada dalam bahaya akan dibunuh, dan pasti takut akan hal ini. Tetapi tangan Tuhan yang berdaulat mengontrol segala sesuatu untuk menyelamatkan Paulus dari situasi itu dan memelihara nyawanya. Pemeliharaan dan penyertaan Tuhan menjadi dorongan kuat bagi Paulus untuk bersaksi dengan berani. Hari ini pun kita perlu sepenuhnya percaya adanya pemeliharaan dan penyertaan Tuhan, karena itu kita perlu dengan berani bersaksi tentang Kristus.

Setiap orang Kristen wajib berusaha dengan sekuat tenaganya untuk menyelamatkan orang, yaitu bersaksi dan membawa orang kepada Tuhan. Dasar kesaksian ialah apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Anda tidak dapat bersaksi atas perkara yang tidak Anda lihatdan yang tidak Anda dengar. Apa yang kita lihat, itulah yang kita saksikan. Syukur kepada Allah, Anda telah percaya kepada Tuhan menandakan bahwa Anda telah bertemu dengan Dia. Anda adalah orang yang telah melihat dan mendengar. Apakah yang seharusnya Anda lakukan sekarang? Hari ini, Anda harus bersaksi atas pengalaman-pengalaman Anda. Ini tidak berarti Anda harus berhenti bekerja dan menjadi penginjil, melainkan Anda harus bersaksi atas apa yang Anda lihat dan dengar kepada keluarga, teman-teman, dan semua kenalan Anda, dan membawa orang-orang itu ke hadapan Tuhan. Jangan sampai kesaksian ini berhenti sampai Anda dan tidak berlangsung terus. Kita harus menjadi orang yang berani bersaksi bagi Tuhan. (Bersaksi, W.Nee)

Ayat Hafalan: “Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Ef. 2:22) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ayb. 1—3

(53)