Eat n Drink 19 (Kehidupan Yesus yang Mengherankan)
22/01/2016 No Comments Reflection Administrator

Pembacaan Ayat Alkitab: Mat. 13:53 – 14:13

13:53 Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

13:54 Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?

13:55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

13:56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”

13:57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” 

13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.

14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: “Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”

14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.

14:4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!”

14:5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

14:6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,

14:7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

14:8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.”

14:9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.

14:10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara

14:11 dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.

14:12 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

 

Kehidupan Yesus yang Mengherankan 

Doa baca: Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?… Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: ‘Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.’” (Mat. 13:55, 57)

 

Kehidupan Yesus adalah kehidupan manusia-Allah. Banyak orang yang mendengar Dia merasa heran dan berkata: Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Mereka heran bagaimana Yesus dapat melakukan hal-hal yang mengekspresikan kebajikan yang tertinggi di antara umat manusia.  

Siapakah Yesus? Dia adalah Allah menjadi manusia. Namun manusia ini tidak hidup berdasarkan diri-Nya sendiri. Dia bahkan menolak hayat insani-Nya. Dia menyangkal diri-Nya. Dia hidup sebagai seorang manusia berdasarkan hayat yang lain, Ia hidup berdasarkan hayat Allah. Dia memberitahu kita, bahwa apapun yang Dia lakukan dan apapun yang Dia katakan bukan berasal dari diri-Nya sendiri, melainkan dari Bapa yang mengutus Dia (Yoh. 14:10, 24). Dia adalah manusia sejati yang hidup di sana, namun Dia mati terhadap hayat alamiah-Nya. Dia mati untuk hidup, mati terhadap manusia alamiah-Nya untuk hidup berdasarkan hayat Allah. Mati terhadap hayat alamiah-Nya adalah salib, dan hidup berdasarkan hayat ilahi-Nya adalah dalam kebangkitan.  

Untuk menempuh hidup yang demikian Dia harus disalibkan. Tahukah Anda bahwa sebelum Kristus berada dalam penyaliban di Golgota, Dia telah “disalibkan” setiap hari selama tiga puluh tiga setengah tahun. Kita tidak seharusnya hidup berdasarkan diri kita sendiri. Menurut pengaturan Allah di dalam ekonomi-Nya, kita telah diletakkan di atas salib. Kita tidak seharusnya menurunkan kembali diri kita dari salib. (Butir-butir Praktis tentang Perbauran, bab 4, W. Lee)  

 

Ayat Hafalan:Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.” (Ams. 23:23)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Kej. 41:40—42

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *