Eat n Drink 190 | Pekerjaan Anak-anak Allah

Edisi 9 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis.16:19-40

16:19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat bahwa harapan mereka untuk mendapat penghasilan telah lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap para penguasa.

16:20 Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, “Orang-orang ini mengacau kota kita ini; mereka adalah orang Yahudi,

16:21 dan mereka mengajarkan adat istiadat yang tidak boleh diterima atau dituruti oleh orang Roma.”

16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.

16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 

16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka pada pasungan.

16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga fondasi-fondasi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.

16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”

16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar sujudlah ia di depan Paulus dan Silas.

16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata, “Tuan-tuan, apa yang harus aku perbuat, supaya aku diselamatkan?”

16:31 Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.

16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh luka mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.

16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

16:35 Setelah hari siang pembesar-pembesar kota menyuruh pejabat-pejabat kota pergi kepada kepala penjara dengan pesan, “Lepaskanlah kedua orang itu!”

16:36 Kepala penjara meneruskan pesan itu kepada Paulus, katanya, “Pembesar-pembesar kota telah menyuruh melepaskan kamu; jadi keluarlah kamu sekarang dan pergilah dengan damai!”

16:37 Tetapi Paulus berkata kepada orang-orang itu, “Tanpa diadili mereka telah mendera kami, warga negara Roma, di depan umum, lalu melemparkan kami ke dalam penjara. Sekarang mereka mau mengeluarkan kami dengan diam-diam? Tidak mungkin demikian! Biarlah mereka datang sendiri dan membawa kami ke luar.”

16:38 Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota. Ketika mereka mendengar bahwa Paulus dan Silas adalah warga negara Roma, maka takutlah mereka.

16:39 Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar dan memohon, supaya mereka meninggalkan kota itu.

16:40 Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah bertemu dengan saudara-saudara seiman di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu.

 

Pekerjaan Anak-anak Allah 

Doa baca:Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” (Kis. 16:25)

 

Kita sering mendengar orang mengatakan bahwa Iblis paling takut kepada doa anak-anak Allah, kapan kala anak-anak Allah berlutut berdoa, pada saat itu juga Iblis melarikan diri. Karena itu, Iblis senantiasa mengganggu anak-anak Allah, sehingga mereka tidak dapat berdoa. Namun gangguan itu adalah gangguan yang biasa dan umum. Di sini kita akan mengatakan bahwa yang paling diganggu Iblis bukanlah doa, melainkan puji-pujian. Iblis sering mempersulit Anda, sehingga Anda merasa tidak mudah untuk berdoa, ini memang satu fakta. Akan tetapi, Iblis tidak saja mengganggu doa, ia lebih-lebih mengganggu puji-pujian dari anak-anak Allah. Yang paling diharapkan Iblis ialah puji-pujian kita tersumbat. Berdoa adalah peperangan rohani, sedangkan memuji adalah memegahkan kemenangan rohani.

Jika Anda tidak bisa berdoa, mengapa tidak memuji saja? Apabila Anda tidak kuat berdoa, sebab tekanan dalam roh terlalu berat, merasa terluka parah, dan tidak sanggup bernapas, cobalah memuji Dia. Kalau dapat berdoa, berdoalah; kalau tidak dapat berdoa, memujilah saja. Anak-anak Allah wajib membuka mulut memuji, bukan saja pada waktu tidak ada urusan, tidak ada perasaan dan tidak ada kesulitan, melainkan khususnya pada waktu ada kesulitan dan ada duka lara, saat itulah lebih-lebih harus memuji. Pada saat itu Anda harus menengadahkan kepala, berkata, “Tuhan, aku memuji Engkau!” Anda mungkin mengucurkan air mata, namun mulut tetap boleh memuji; hati Anda mungkin sedih dan luka, tetapi roh tetap dapat memuji. (Puji-Pujian, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” (Yoh. 16:8) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ezr. 9—10

(41)