Eat n Drink 190 | Tekad untuk Menderita

Edisi 20 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 23:16-35

23:16 Akan tetapi kemenakan Paulus, anak dari saudaranya perempuan mendengar tentang penghadangan itu. Ia datang ke markas dan masuk untuk memberitahukan hal itu kepada Paulus.

23:17 Lalu Paulus memanggil salah seorang perwira dan berkata kepadanya, “Bawalah anak muda ini kepada kepala pasukan, karena ada sesuatu yang perlu diberitahukannya kepadanya.”

23:18 Perwira itu membawanya kepada kepala pasukan dan berkata, “Paulus orang tahanan itu, memanggil aku dan meminta, supaya aku membawa anak muda ini kepadamu, sebab ada yang perlu diberitahukannya kepadamu.”

23:19 Kepala pasukan itu memegang tangan anak muda itu, lalu membawanya menyendiri ke samping dan bertanya, “Apakah yang perlu kauberitahukan kepadaku?”

23:20 Jawabnya, “Orang-orang Yahudi telah bersepakat untuk meminta kepadamu, supaya besok engkau menghadapkan Paulus lagi ke Mahkamah Agama, seolah-olah Mahkamah itu mau memperoleh keterangan yang lebih teliti dari dia. 

23:21 Akan tetapi janganlah engkau terbujuk oleh mereka, sebab lebih dari empat puluh orang di antara mereka telah siap untuk menghadang dia. Mereka telah mengikat diri dengan sumpah bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh dia; sekarang mereka telah siap sedia dan hanya menantikan persetujuanmu.”

23:22 Lalu kepala pasukan menyuruh anak muda itu pulang dan memerintahkan kepadanya, “Jangan katakan kepada siapa pun juga bahwa engkau telah memberitahukan hal ini kepadaku.”

23:23 Kemudian kepala pasukan memanggil dua orang perwira dan berkata, “Siapkan dua ratus orang prajurit untuk berangkat ke Kaisarea beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bertombak, kira-kira pada jam sembilan malam ini.

23:24 Sediakan juga beberapa keledai tunggangan untuk Paulus dan bawalah dia dengan selamat kepada Gubernur Feliks.”

23:25 Ia menulis surat yang isinya sebagai berikut,

23:26 “Salam dari Klaudius Lisias kepada Gubernur Feliks yang mulia.

23:27 Orang ini ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan ketika mereka hendak membunuhnya, aku datang dengan pasukan mencegahnya dan melepaskannya, karena aku dengar bahwa ia adalah warga negara Roma.

23:28 Untuk mengetahui apa alasannya mereka mendakwa dia, aku menghadapkannya ke Mahkamah Agama mereka.

23:29 Aku dapati bahwa ia didakwa karena soal-soal hukum Taurat mereka, tetapi tidak ada tuduhan yang membuat dia patut dihukum mati atau dipenjarakan.

23:30 Kepadaku telah diberitahukan bahwa ada komplotan yang merencanakan untuk membunuh dia. Karena itu aku segera menyuruh membawa dia kepadamu, sedangkan kepada para pendakwa telah kuberitahukan bahwa mereka harus mengajukan perkara itu kepadamu.”

23:31 Lalu prajurit-prajurit itu mengambil Paulus sesuai dengan yang diperintahkan kepada mereka dan membawanya pada malam hari ke Antipatris.

23:32 Keesokan harinya mereka membiarkan orang-orang berkuda dan Paulus meneruskan perjalanan, sedangkan mereka sendiri pulang ke markas.

23:33 Setibanya di Kaisarea orang-orang berkuda itu menyampaikan surat itu kepada gubernur serta menyerahkan Paulus kepadanya.

23:34 Setelah membaca surat itu, gubernur bertanya kepada Paulus dari provinsi mana asalnya. Ketika ia mendengar bahwa Paulus dari Kilikia,

23:35 ia berkata, “Aku akan memeriksa perkaramu, bila para pendakwamu juga telah tiba di sini.” Lalu ia menyuruh menahan Paulus di istana Herodes.

 

Tekad untuk Menderita 

Doa baca: Ternyatalah bagiku, bahwa ia didakwa karena soal-soal hukum Taurat mereka, tetapi tidak ada tuduhan, atas mana ia patut dihukum mati atau dipenjarakan.” (Kis. 23:29)

 

Alkitab memperlihatkan dengan jelas kepada kita, bahwa Allah tidak bermaksud menyuruh anak-anakNya menderita tanpa makna. Namun ketika kita memilih untuk menjadi pelayan Tuhan, maka kita perlu memiliki tekad menderita. Tekad menderita berarti mempunyai motivasi rela menderita bagi Tuhan. Batinku dengan sukarela ingin menderita untuk Tuhan, itulah tekad untukmenderita.

Ketika Anda mempunyai tekad menderita, belum tentu Tuhan menyuruh Anda menderita. Tetapi jika Anda menjumpai penderitaan, dan ada tekad menderita, Anda takkan mundur. Tetapi jika tekad Anda lenyap, asalkan Iblis mendatangkan sesuatu yang Anda takuti,  Anda akan mundur dari pekerjaan Allah dan menjadi tidak berguna. Banyak orang yang mencucurkan air mata untuk dirinya sendiri, itu adalah orang-orang yang lemah. Begitu menghadapi masalah, diri sendiri yang jatuh duluan. Allah tidak dapat memakai orang semacam itu. Hanya tekad menderitalah yang sanggup menghadapi situasi lingkungan yang sulit. Jadi masalahnya bukan Anda menderita berapa banyak, melainkan berapa besar tekad menderita yang Anda miliki. Tekad menderita berbeda dengan penderitaan itu sendiri. Tuhan hanya mementingkan tekad menderita. Tekad menderita harus mencapai tahap yang tak terbatas, bahkan sampai matipun boleh. Jika kurang dari itu, sedikit saja godaan iblis akan membuat Anda tidak mampu bertahan. Hanya orang yang mempunyai tekad menderita, yang mempunyai tekad tak terbatas, tidak mengasihi nyawanya sampai ke dalam maut,(Why. 12:11) baru dapat melayani Allah dengan memadai. (Derita, W. Nee)

Ayat Hafalan: “Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Ef. 2:22) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ayb. 4—7

(64)