Eat n Drink 191 | Mencari Allah

Edisi 10 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis.17

17:1 Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.

17:2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.

17:3 Ia menerangkan dan menunjukkan kepada mereka bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata, “Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu.”

17:4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka.

17:5 Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan bantuan beberapa penjahat yang berkeliaran di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat. 

17:6 Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, “Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga kemari,

17:7 dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus.”

17:8 Ketika orang banyak dan pembesar-pembesar kota mendengar semuanya itu, mereka menjadi gempar.

17:9 Tetapi setelah mereka mendapat jaminan dari Yason dan dari saudara-saudara seiman lainnya, mereka pun dilepaskan.

17:10 Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara seiman di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di sana pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi.

17:11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih terbuka hatinya daripada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

17:12 Karena itu, banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antaranya adalah orang Yunani yang terkemuka, baik perempuan maupun laki-laki.

17:13 Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu bahwa juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, mereka pun datang ke sana untuk menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak.

17:14 Tetapi saudara-saudara seiman itu menyuruh Paulus segera berangkat menuju ke pantai, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di Berea.

17:15 Orang-orang yang mengiringi Paulus mengantarnya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.

17:16 Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.

17:17 Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.

17:18 Juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa berdebat dengan dia dan ada yang berkata, “Apa yang hendak dikatakan si pembual ini?” Tetapi yang lain berkata, “Rupa-rupanya ia pemberita ajaran dewa-dewa asing.” Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan kebangkitan-Nya.

17:19 Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan mengatakan, “Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini?

17:20 Sebab engkau memperdengarkan kepada kami hal-hal yang asing. Karena itu kami ingin tahu apa artinya semua itu.”

17:21 Adapun semua orang Atena dan orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru.

17:22 Paulus berdiri di hadapan sidang Areopagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.

17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.

17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak tinggal dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,

17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan napas dan segala sesuatu kepada semua orang.

17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,

17:27 supaya mereka mencari Allah dan mudah-mudahan mencari-cari dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.

17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini keturunan-Nya juga.

17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa keadaan ilahi serupa dengan emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

17:30 Tanpa memandang lagi zaman kebodohan, sekarang Allah memerintahkan semua orang di mana saja untuk bertobat.

17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari ketika Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu jaminan tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.”

17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.”

17:33 Lalu Paulus meninggalkan mereka.

17:34 Tetapi beberapa orang menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

 

Mencari Allah 

Doa baca: “Supaya mereka mencari Allah dan mudah-mudahan mencari-cari dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.” (Kis 17:27)

 

Manusia jatuh dan meninggalkan Allah, dan dosa melalui Iblis masuk untuk menghalangi manusia menerima Allah untuk kepuasannya. Namun kedambaan terhadap Allah, pencarian terhadap Allah, tetap ada di dalam hati manusia. Sejarah memberi tahu kita bahwa selama lebih dari enam ribu tahun, banyak orang yang berhikmat, orang besar, filsuf, dan pemikir telah memberikan kesaksian yang sama bahwa tidak ada yang dapat benar-benar memuaskan manusia. Tidak peduli apa yang mereka dapat dari dunia, apa yang mereka dapat raih, atau apa yang mereka dapat peroleh, tidak ada yang dapat memuaskan mereka karena di dalam mereka ada satu hati yang mencari Allah (Pkh. 3:11). Inilah sebabnya Raja Salomo yang bijaksana, setelah dia memiliki banyak pengalaman sebagai manusia, menyimpulkan, “Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia” (Pkh. 1:2). Segala sesuatu di bawah matahari adalah kesia-siaan di atas kesia-siaan jika seseorang tidak memiliki Allah. Banyak orang memiliki kedambaan ini, tetapi mereka tidak memiliki pemahaman yang tepat tentang mencari Allah. Allah telah memberi manusia satu hati yang mencari Dia demi kepuasan.

Kita semua perlu kontak yang pribadi, mesra, dan intim dengan Tuhan setiap hari. Ini telah menjadi kebiasaan saya. Setiap pagi setelah bangun saya pergi ke meja tulis dan yang pertama saya katakan adalah, “Tuhan Yesus, aku cinta kepada-Mu.” Ini adalah doa yang pribadi, intim. “Tariklah aku di belakangmu; kami akan mengejarmu” (Kid. 1:4, Tl.). Ini bersifat pribadi dan mesra. Kita perlu mencari Dia dengan cara yang pribadi dan mesra, dan kita perlu membangun hubungan yang demikian dengan Dia yaitu begitu pribadi dan mesra. (Pengkajian Kristalisasi Kidung Agung, W. Lee)

 

Ayat Hafalan:Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” (Rm. 8:2)

Ayat Hafalan: Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” (Yoh. 16:8) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Neh. 1—3

(45)