Eat n Drink 191 | Penanggulangan Hati Nurani

Edisi 21 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 24

24:1 Lima hari kemudian datanglah Imam Besar Ananias bersama-sama dengan beberapa tua-tua dan seorang pengacara bernama Tertulus. Mereka menghadap gubernur dan menyampaikan dakwaan mereka terhadap Paulus.

24:2 Paulus dipanggil menghadap dan Tertulus mulai mendakwa dia, katanya, “Feliks yang mulia, oleh usahamu kami terus-menerus menikmati kesejahteraan, dan oleh kebijaksanaanmu banyak sekali perbaikan yang telah terlaksana untuk bangsa ini.

24:3 Semuanya itu senantiasa dan di mana-mana kami sambut dengan sangat berterima kasih.

24:4 Akan tetapi supaya jangan terlalu banyak menghabiskan waktumu, aku minta, supaya engkau mendengarkan kami sebentar dengan kemurahan hatimu yang terkenal itu.

24:5 Kami dapati bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari aliran Nasrani. 

24:6 Malahan ia mencoba melanggar kekudusan Bait Allah. Oleh karena itu kami menangkap dia dan hendak menghakiminya menurut hukum Taurat kami.

24:7 Tetapi kepala pasukan Lisias datang mencegahnya dan merebut dia dengan kekerasan dari tangan kami,

24:8 lalu menyuruh para pendakwa datang menghadap engkau. Jika engkau sendiri memeriksa dia, dapatlah engkau mengetahui segala sesuatu yang kami tuduhkan kepadanya.”

24:9 Juga orang-orang Yahudi menyokong dakwaan itu dengan mengatakan bahwa perkara itu sungguh demikian.

24:10 Gubernur memberi isyarat kepada Paulus bahwa ia boleh berbicara. Lalu berkatalah Paulus, “Aku tahu bahwa sudah bertahun-tahun engkau menjadi hakim atas bangsa ini. Karena itu tanpa ragu-ragu aku membela perkaraku ini di hadapanmu:

24:11 Engkau dapat memastikan bahwa tidak lebih dari dua belas hari yang lalu aku datang ke Yerusalem untuk beribadah.

24:12 Tidak pernah orang mendapati aku sedang bertengkar dengan seseorang atau mengadakan huru-hara, baik di dalam Bait Allah, maupun di dalam rumah ibadat, atau di tempat lain di kota.

24:13 Mereka tidak dapat membuktikan kepadamu apa yang sekarang dituduhkan mereka kepada diriku.

24:14 Tetapi aku mengakui kepadamu bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut aliran. Aku percaya kepada segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi.

24:15 Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.

24:16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

24:17 Setelah beberapa tahun aku datang kembali ke Yerusalem untuk membawa pemberian bagi bangsaku dan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan.

24:18 Sementara aku melakukan semuanya itu, beberapa orang Yahudi dari Asia mendapati aku di dalam Bait Allah, sesudah aku selesai menyucikan diriku, tanpa orang banyak dan tanpa keributan.

24:19 Merekalah yang sebenarnya harus menghadap engkau di sini dan mengajukan dakwaan mereka, jika mereka mempunyai sesuatu terhadap aku.

24:20 Namun biarlah orang-orang yang hadir di sini sekarang menyatakan kejahatan apa yang mereka dapati, ketika aku dihadapkan ke Mahkamah Agama.

24:21 Atau mungkinkah karena satu-satunya perkataan yang aku serukan, ketika aku berdiri di tengah-tengah mereka, yakni: Karena hal kebangkitan orang-orang mati, aku hari ini dihadapkan kepada kamu.”

24:22 Tetapi Feliks yang tahu benar-benar tentang Jalan Tuhan, menangguhkan perkara mereka, katanya, “Setibanya kepala pasukan Lisias di sini, aku akan mengambil keputusan dalam perkaramu.”

24:23 Lalu ia menyuruh perwira itu tetap menahan Paulus, tetapi dengan tahanan ringan, dan tidak boleh mencegah seorang pun dari sahabat-sahabatnya melayani dia.

24:24 Setelah beberapa hari datanglah Feliks bersama-sama dengan istrinya Drusila, seorang Yahudi; ia menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dia berbicara tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus.

24:25 Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata, “Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan memanggil engkau.”

24:26 Sementara itu ia berharap bahwa Paulus akan memberikan uang kepadanya. Karena itu ia sering memanggilnya untuk bercakap-cakap dengan dia.

24:27 Tetapi sesudah genap dua tahun, Feliks digantikan oleh Perkius Festus, dan untuk mengambil hati orang Yahudi, Feliks membiarkan Paulus tetap dalam penjara.

 

Penanggulangan Hati Nurani

Doa baca: “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.”(Kis. 24:16)

 

Keperluan akan hati nurani timbul sebagai akibat dari kejatuhan. Ketika manusia hidup di hadapan Allah dan memiliki terang Allah, hati nurani tidak dipakai dan fungsi hati nurani tidak dinyatakan sebab manusia tidak memerlukannya di hadapan Allah. Setelah kejatuhan ada jarak, suatu penghalang, antara Allah dan manusia, karena itu Allah mengambil langkah yang pasti untuk mengaktifkan fungsi hati nurani manusia.Hati nurani manusia mewakili Allah untuk memerintah atas manusia. Namun manusia mengabaikan hati nuraninya dalam segala sesuatu yang dia lakukan dan karenanya manusia jatuh kedalam pemerintahan manusia. Semua kegagalan ini menunjukkan bahwa manusia telah jatuh dari Allah ke hati nurani, dari hati nurani ke pemerintahan manusia, dan dari pemerintahan manusia ke kedurhakaan; artinya, manusia telah jatuh ke titik yang paling rendah. Karena itu, hidup dengan hati nurani yang tidak bercela di hadapan Allah, seperti yang Paulus lakukan, adalah satu perpalingan dari kejatuhan manusia kepada Allah

Namun hati nurani ini perlu ditanggulangi. Jika tidak menaggulangi hati nurani, maka tidak akan ada damai sejahtera di dalam, tidak mampu berdoa dengan tepat, dan pembacaan Alkitab terasa hambar. Karena itu kita perlu setiap hari menanggulagi hati nurani kita dari segala dosa dan pelanggaran dengan darah-Nya. Kita perlu menjaga hati nurani kita murni dihadapan-Nya. Kita memohon darah Kristus menyucikan hati nurani kita. Hati nurani kita yang tercemar perlu disucikan agar kita dapat melayani Dia dengan cara yang hidup. Untuk menyembah Allah secara agamawi, kita tidak memerlukan hal ini. (96 Perkataan Sehat, Pelajaran 17)

Ayat Hafalan: Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.” (Rm. 5:32). 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ayb. 8—11

(56)