Eat n Drink 192 | Kristus Hidup di dalam Kita

Edisi 22 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 25

25:1 Tiga hari sesudah tiba di provinsi itu berangkatlah Festus dari Kaisarea ke Yerusalem.

25:2 Di situ imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi yang terkemuka datang menghadap dia dan menyampaikan dakwaan terhadap Paulus.

25:3 Kepadanya mereka meminta suatu anugerah yang merugikan Paulus, yaitu menyuruh Paulus datang ke Yerusalem. Sebab mereka sedang membuat rencana untuk membunuh dia di tengah jalan.

25:4 Tetapi Festus menjawab bahwa Paulus tetap ditahan di Kaisarea dan bahwa ia sendiri bermaksud untuk segera kembali ke sana.

25:5 Katanya, “Karena itu baiklah orang-orang yang berwenang di antara kamu turut ke sana bersama-sama dengan aku dan mengajukan dakwaan terhadap dia, jika ada kesalahannya.” 

25:6 Festus tinggal tidak lebih daripada delapan atau sepuluh hari di Yerusalem. Sesudah itu ia pulang ke Kaisarea. Keesokan harinya ia mengadakan sidang pengadilan, dan menyuruh menghadapkan Paulus.

25:7 Sesudah Paulus tiba di situ, semua orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri mengelilinginya dan mereka mengemukakan banyak tuduhan berat terhadap dia yang tidak dapat mereka buktikan.

25:8 Sebaliknya Paulus membela diri, katanya, “Aku sedikit pun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Allah atau terhadap Kaisar.”

25:9 Tetapi Festus yang hendak mengambil hati orang Yahudi, berkata, “Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini?”

25:10 Tetapi kata Paulus, “Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi. Seperti engkau sendiri tahu benar-benar, sedikit pun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi.

25:11 Jadi, jika aku bersalah dan melakukan kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku tidak benar, tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan aku kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!”

25:12 Setelah berunding dengan anggota-anggota pengadilan, Festus menjawab, “Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar.”

25:13 Beberapa hari kemudian datanglah Raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Festus.

25:14 Karena mereka beberapa hari tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya, “Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Feliks.

25:15 Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum.

25:16 Aku menjawab mereka bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu.

25:17 Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu.

25:18 Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang kejahatan seperti yang telah aku duga.

25:19 Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti bahwa Ia hidup.

25:20 Karena aku ragu-ragu bagaimana aku harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku bertanya kepadanya apakah ia mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ.

25:21 Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.”

25:22 Kata Agripa kepada Festus, “Aku sendiri ingin mendengar orang itu.” Jawab Festus, “Besok engkau akan mendengar dia.”

25:23 Keesokan harinya datanglah Agripa dan Bernike dengan segala kebesaran dan sesudah mereka masuk ke ruang pengadilan bersama-sama dengan kepala-kepala pasukan dan orang-orang yang terkemuka dari kota itu, Festus memberi perintah, supaya Paulus dihadapkan.

25:24 Festus berkata, “Ya Raja Agripa serta semua yang hadir di sini bersama-sama dengan kami. Lihatlah orang ini, yang dituduh oleh semua orang Yahudi, baik yang di Yerusalem, maupun yang di sini. Mereka telah datang kepadaku dan sambil berteriak-teriak mereka mengatakan bahwa ia tidak boleh hidup lebih lama.

25:25 Tetapi aku dapati bahwa ia tidak berbuat sesuatu pun yang setimpal dengan hukuman mati dan karena ia naik banding kepada Kaisar, aku memutuskan untuk mengirim dia menghadap Kaisar.

25:26 Tetapi tidak ada sesuatu yang pasti yang harus kutulis kepada Kaisar tentang dia. Itulah sebabnya aku menghadapkan dia di sini kepada kamu semua, terutama kepadamu, Raja Agripa, supaya, setelah diadakan pemeriksaan, aku dapat menuliskan sesuatu.

25:27 Sebab menurut pendapatku tidaklah masuk akal untuk mengirim seorang tahanan tanpa menyatakan tuduhan-tuduhan yang diajukan terhadap dia.”

 

Kristus Hidup di dalam Kita

Doa baca: Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup.” (Kis. 25:19)

 

Orang Yahudi beranggapan bahwa Yesus telah mati, namun Paulus dengan yakin menyatakan bahwa Ia hidup. Perkataan Paulus diperkuat dalam kitab Galatia 2:20 “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Dari ayat ini kita nampak bahwa bukan saja Yesus telah menjadi Roh Itu yang tinggal di dalam kita, Dia bahkan hidup di dalam kita dan menggantikan diri kita sendiri. Kita tidak seharusnya hidup lagi; sebaliknya Kristuslah yang harus hidup, di dalam kita. Tetapi kita perlu pengertian yang lebih menyeluruh tentang makna Kristus hidup di dalam kita. Mengerti bahwa Kristus hidup agak mudah, tetapi memahami Kristus hidup di dalam kita sangat sukar.

Untuk mengerti hal ini, kita perlu kembali melihat ke dalam Yohanes 14:19. Sebelum kematian dan kebangkitanNya, Tuhan Yesus berkata, “Sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.” Kristus hidup di dalam kita dengan membuat kita hidup bersama Dia. Kristus tidak hidup sendirian. Dia hidup di dalam kita dan bersama kita. Dia hidup dengan membuat kita hidup bersama Dia. Pada hakikatnya, jika kita tidak hidup bersama Dia, Dia pun tidak dapat hidup di dalam kita. Kita tidak disingkirkan sama sekali, dan hayat kita tidak diganti atau ditukar dengan hayat ilahi. Kita hidup, terus, tetapi kita hidup bersama Allah Tritunggal. Allah Tritunggal yang sekarang berhuni di batin kita membuat kita hidup bersama Kristus. Jadi, Kristus hidup di dalam kita melalui kita hidup bersama Dia. (PH Galatia, berita 10, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.” (Rm. 5:32). 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ayb. 12—14

(73)