Eat n Drink 193 | Visi Zaman Ini

Edisi 23 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 26:132

26:1 Kata Agripa kepada Paulus, “Engkau diberi kesempatan untuk membela diri.” Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu menyampaikan pembelaannya seperti berikut,

26:2 “Ya Raja Agripa, aku merasa beruntung, karena pada hari ini aku dapat membela diriku di hadapanmu terhadap segala tuduhan yang diajukan orang-orang Yahudi terhadap diriku,

26:3 terutama karena engkau tahu benar-benar adat istiadat dan persoalan-persoalan di antara orang Yahudi. Sebab itu aku minta kepadamu, supaya engkau mendengarkan aku dengan sabar.

26:4 Semua orang Yahudi mengetahui jalan hidupku sejak masa mudaku, sebab sejak semula aku hidup di tengah-tengah bangsaku di Yerusalem.

26:5 Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat bersaksi bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut aliran yang paling keras dalam agama kita. 

26:6 Sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh karena aku mengharapkan janji yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita.

26:7 Pemenuhan janji itulah yang dinantikan oleh kedua belas suku kita, sementara mereka siang malam melakukan ibadahnya dengan tekun. Karena pengharapan itulah, ya Raja Agripa, aku dituduh orang-orang Yahudi.

26:8 Mengapa kamu menganggap mustahil bahwa Allah membangkitkan orang mati?

26:9 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka bahwa aku harus bertindak keras menentang nama Yesus dari Nazaret.

26:10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati.

26:11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksa mereka untuk menyangkal imannya dan dengan kemarahan yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing.”

26:12 “Dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan penugasan dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik,

26:13 tiba-tiba, ya Raja Agripa, pada tengah hari aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang daripada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku.

26:14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menentang Dia yang berkuasa atasmu.

26:15 Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.

26:16 Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari Aku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.

26:17 Aku akan menyelamatkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Aku akan mengutus engkau kepada mereka,

26:18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

26:19 Sebab itu, ya Raja Agripa, kepada penglihatan yang dari surga itu tidak pernah aku tidak taat.

26:20 Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan pertobatan itu.

26:21 Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah dan mencoba membunuh aku.

26:22 Tetapi dengan pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan bersaksi kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Apa yang kuberitakan itu tidak lain dari yang telah diberitahukan sebelumnya oleh para nabi dan juga oleh Musa,

26:23 yaitu bahwa Mesias harus menderita dan bahwa Dialah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain.”

26:24 Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk membela dirinya, berkatalah Festus dengan suara keras, “Engkau gila, Paulus! Pengetahuanmu yang banyak itu membuat engkau gila.”

26:25 Tetapi Paulus menjawab, “Aku tidak gila, Festus yang mulia! Sebaliknya, aku mengatakan kebenaran dengan pikiran sehat!

26:26 Raja juga tahu tentang hal-hal ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin bahwa tidak ada sesuatu pun dari semuanya ini yang belum diketahuinya, karena hal ini tidak terjadi di tempat yang terpencil.

26:27 Percayakah engkau, Raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu bahwa engkau percaya kepada mereka.”

26:28 Jawab Agripa, “Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!”

26:29 Kata Paulus, “Aku mau berdoa kepada Allah, supaya cepat atau lambat bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini.”

26:30 Lalu bangkitlah raja dan gubernur serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka.

26:31 Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain, “Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara.”

26:32 Kata Agripa kepada Festus, “Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar.”

 

Visi Zaman Ini 

Doa baca: “Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. (Kis. 26:19)

 

Firman Allah jelas mewahyukan bahwa hanya ada satu visi dalam satu zaman. Dalam zaman Enosh, seruannya kepada nama Allah adalah dalam visi. Walaupun ada orang lain yang menyembah Allah dengan jalan lain, mereka tidak menyembah Allah dalam visi. Sama halnya, dalam zaman Nuh, mungkin tidak hanya delapan orang yang menyembah Allah, namun hanya mereka yang selamat karena mereka melayani dalam visi jaman itu yaitu membangun bahtera.

Pekerjaan Allah dalam Perjanjian Baru adalah untuk menghasilkan dan membangun gereja. Visi ini diberikan kepada Paulusmelalui pengelihatan yang diperolehnya ketika ia sedang dalam perjalanan ke Damsyik. Karena itu, siapa saja yang tidak berbaur ke dalam visi Paulus tidaklah disebut lagi dalam Alkitab. Barnabas bergairah dalam pelayanannya; Apolos fasih dalam berbicara dan menafsirkan Alkitab; tetapi Allah tidak menggunakan mereka lagi karena mereka tidak melayani dalam visi. Ini adalah masalah yang amat serius.

Karena kita telah memiliki visi yang rampung dari zaman ini, kita perlu mengikutinya dengan ketat. Kita tidak mengikuti orang mana pun tetapi mengikuti visi. Adalah kesalahan yang besar mengatakan bahwa kita sedang mengikuti orang tertentu. Kita harus jelas dan teguh terhadap visi ini, jika tidak maka kita orang yang mudah goyah dan mudah tersimpangkan oleh arus zaman yang gelap. Kita mengikuti visi di zaman ini, yaitu pembangunan Tubuh-Nya, yaitu Gereja hingga rampung pada Yerusalem Baru. Marilah kita menjalani hidup kita dan melayani Dia seturut dengan visi pada zaman ini. (96 Perkataan Sehat, Pelajaran 14)

 

Ayat Hafalan: Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.” (Rm. 5:32). 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ayb. 15—17

(110)