Eat n Drink 20 (Keajaiban Mempersembahkan)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mat. 14:14-36

14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.”

14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”

14:17 Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

14:18 Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” 

14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

14:20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.

14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.

14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut.

14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”

14:29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.

14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

14:34 Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.

14:35 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.

14:36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

 

Keajaiban Mempersembahkan

Doa baca: “Tetapi Yesus berkata kepada mereka: ‘Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.’ Jawab mereka: ‘Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.’” (Mat. 14:16-17)

 

Lima roti dan dua ikan (6:38), sebenarnya tidak cukup untuk satu orang, tetapi setelah sampai di tangan Tuhan, malah dapat mengenyangkan lima ribu orang. Kita selalu melihat apa yang kita miliki itu sedikit dan merasa kasihan, sebenarnya tidak lebih parah dari lima roti dan dua ikan. Kita tidak berani berpikir dan mempersembahkan diri untuk melayani Tuhan, malah mengharapkan pada suatu hari setelah memiliki roti seharga dua ratus dinar baru dibicarakan lagi. Hal demikian telah menghalangi mujizat dan hal ajaib yang akan dilakukan oleh Tuhan.

Lima roti dan dua ikan sebenarnya hanyalah sedikit, namun Tuhan sangat memustikakannya. Dia mengambil lima roti dan dua ikan itu, memberkati, memecahkannya, membagi-bagikannya, lalu lima ribu orang pun kenyang. Ketika diri kita yang kecil dan terbatas seperti lima roti dan dua ikan ini, kita serahkan kepada Tuhan, maka Dia pun akan sangat memustikakan persembahan diri kita. Langkah pertama, Dia akan mengambil kita yaitu mengatur di dalam rencana-Nya. Langkah kedua, Dia akan memberkati kita, memberikan perlengkapan-perlengkapan rohani kepada kita—kasih karunia, terang, kekuatan dan sebagainya. Langkah ketiga Dia akan memecah-mecahkan kita, agar kita melewati penanggulangan salib. Manusia selalu menyambut mengambil dan memberkati, tetapi menolakmemecahkan, karena mengambil dan memberkati itu sangat nyaman, sedangkan memecahkan itu menderita. Namun pengaturan Allah adalah demikian, setelahmengambil dan memberkati, pasti ada memecahkan setelah memecahkan baru ada langkah keempat membagi-bagikan untuk mengenyangkan orang-orang. Orang yang menyerahkan lima roti dan dua ikan kepada Tuhan dikenyangkan, dan orang banyak pun dikenyangkan. (Abstrak Alkitab, pel. 41)  

 

Ayat Hafalan:Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.” (Ams. 23:23)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Kej. 43—44

(79)