Eat n Drink 200 | Melanggar Hukum Taurat

Edisi 30 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Rm. 2:1-16

2:1 Karena itu, hai manusia, siapa pun engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak mempunyai dasar untuk membela diri. Sebab, dengan menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

2:2 Tetapi kita tahu bahwa hukuman Allah berlangsung secara adil atas mereka yang berbuat demikian.

2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, apakah engkau sangka bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?

2:4 Apakah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidak tahukah engkau bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. 

2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

2:8 tetapi murka dan kegeraman kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

2:9 Penderitaan dan kesengsaraan akan menimpa setiap orang yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,

2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.

2:11 Sebab Allah tidak memandang muka.

2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi berdasarkan hukum Taurat.

2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.

2:14 Sebab apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat.

2:15 Dengan itu mereka menunjukkan bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

2:16 Hal itu akan tampak pada hari bilamana Allah, melalui Kristus Yesus, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, sesuai dengan Injil yang kuberitakan.

 

Melanggar Hukum Taurat

Doa baca: “Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat” (Rm. 2:12)

 

Dalam alam semesta terdapat dua perkara besar: percaya kepada keselamatan dan taat kepada kekuasaan; inilah yang disebut “percaya dan taat”. Alkitab memperlihatkan kepada kita bahwa dosa ialah pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yoh. 3:4). Kata “tanpa hukum Taurat” dalam Roma 2:12 adalah satu istilah yang sama dengan kata “melanggar hukum” Allah. Melanggar (mendurhaka) berarti tidak taat kepada kekuasaan, tidak taat kepada kekuasaan itulah dosa.

Jadi, ada dua prinsip dalam alam semesta. Pertama adalah prinsip kekuasaan Allah, kedua adalah prinsip pemberontakan Iblis. Kita tidak dapat pada satu aspek melayani Allah, tetapi pada aspek lain menempuh jalan pemberontakan dan membawa roh pemberontakan. Meskipun orang-orang yang memberontak mungkin bisa tetap berkotbah, namun Iblis di sana tertawa, karena di dalam orang-orang yang memberontak itu terdapat prinsip Iblis. Di hadapan pelayanan terdapat kekuasaan. Kita mau taat kepada kekuasaan Allah atau tidak? Kita, orang-orang yang melayani Allah, harus pernah satu kali memiliki pengenalan yang mendasar ini. Orang yang pernah satu kali bersentuhan dengan kekuasaan Allah, terpukul jatuh oleh Allah, maka di kemudian hari, dia akan semakin jelas dan terang.

Semoga Allah membelaskasihani kita, menyelamatkan kita dari pemberontakan. Setelah kita sendiri mengenal kekuasaan Allah dan belajar taat, barulah kita bisa memimpin anak-anak Allah menempuh jalan yang benar. (Kekuasaan dan Ketaatan, bab 1, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;” (Yoh. 1:16) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ayb. 35—37

(65)