Eat n Drink 145 | MENYATAKAN PEKERJAAN ALLAH

Edisi 24 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yoh. 9:1-13

9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.

9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”

9:3 Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” 

9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi

9:7 dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.” Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

9:8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?”

9:9 Ada yang berkata: “Benar, dialah ini.” Ada pula yang berkata: “Bukan, tetapi ia serupa dengan dia.” Orang itu sendiri berkata: “Benar, akulah itu.”

9:10 Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?”

9:11 Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.”

9:12 Lalu mereka berkata kepadanya: “Di manakah Dia?” Jawabnya: “Aku tidak tahu.”

9:13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.

 

MENYATAKAN PEKERJAAN ALLAH

Ayat Hafalan: Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”(Yoh. 9:3)

 

Batin manusia tidak saja buta, bahkan sejak lahir sudah buta. Wakil yang dipilih oleh Alkitab ini, adalah “buta sejak lahirnya”. Ini menyatakan, butanya batin manusia adalah masalah yang ada sejak lahir, masalah yang alamiah, bukan masalah melakukan dosa. Sebab itu pada hari itu murid-murid bertanya kepada Tuhan Yesus, “Siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Tuhan Yesus menjawab, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya.” Kebutaan ini bukan masalah berdosa, melainkan masalah alamiah. Jadi, tidak peduli berdosa atau tidak berdosa, tidak peduli melakukan dosa yang banyak atau sedikit, sejak lahir semuanya buta, semuanya tidak bisa melihat sejak lahirnya.  

Di sini Tuhan berkata bahwa di atas diri orang buta ini akan dinyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah. Artinya, sejak lahir kita semuanya ini sama sekali tidak bisa melihat perkara rohani, karena di atas diri kita kekurangan satu bagian dari pekerjaan Allah. Tidak peduli kita baik atau jahat, kalau Allah tidak pernah bekerja di atas diri kita, mata batiniah kita tidak bisa terbuka. Meskipun orang yang paling bermoral, atau orang yang paling bajik, kalau Tuhan tidak melakukan bagian pekerjaan ini ke atas diri mereka, batin mereka buta sama dengan batin orang yang jahat. Orang yang paling jahat, paling kejam, tidak mengenal Allah; orang yang paling bermoral juga tidak mengenal Allah.

Karena kita sejak lahir sudah buta, asalnya sudah tidak mengenal Allah. Sebab itu kita perlu bagian pekerjaan Allah itu, untuk membuka mata batiniah kita, barulah kita bisa melihat. Kalau kita ingin melihat kebenaran satu perkara rohani, pertama perlu wahyu Alkitab, kedua perlu terang Roh Kudus.Ketiga, kita perlu mempunyai mata rohani. Kalau kita telah memiliki ketiga hal ini, barulah kita bisa mengerti perkara-perkara rohani. (Keperluan Orang Buta, W. Lee) 

 

Ayat Hafalan: Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”(Yoh. 9:5)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  1 Raj. 20—21

(41)