Eat n Drink 210 | Prinsip Umum yang Tanpa Individualistis

Edisi 9 agustus 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Rm. 9:1-18

9:1 Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,

9:2 bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.

9:3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.

9:4 Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.

9:5 Mereka adalah keturunan bapak-bapak leluhur, yang menurunkan Mesias secara jasmani, yang ada di atas segala sesuatu. Dialah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

9:6 Akan tetapi, firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,

9:7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.”

9:8 Artinya: Bukan anak-anak secara jasmani yang adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

9:9 Sebab firman ini mengandung janji, “Pada waktu seperti inilah Aku akan datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.”

9:10 Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapak leluhur kita.

9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat — supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya —

9:12 dikatakan kepada Ribka, “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,”

9:13 seperti ada tertulis: “Yakub Kukasihi, Esau Kubenci.”

9:14 Jika demikian, apa yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!

9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa, “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.”

9:16 Jadi, hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada belas kasihan Allah.

9:17 Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun, “Itulah sebabnya Aku mengangkat engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.”

9:18 Jadi, Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia mengeraskan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

 

Prinsip Umum yang Tanpa Individualistis 

Doa-baca: Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.” (Rm. 9:3)

 

Paulus adalah seorang yang berjiwa umum, tanpa individualistis. la rela pergi (meninggal dunia) dan diam bersama-sama dengan Kristus, sebab itu jauh lebih baik, tetapi lebih perlu tinggal di dunia ini karena orang-orang Filipi (Flp. 1:23-24). Sebagai pelayan gereja, ia rela menderita bagi semua orang demi menggenapkan dalam dagingnya apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk gereja (Kol. 1:24-25). Sungguhpun ia bebas terhadap semua orang, tapi ia rela menjadi hamba semua orang, supaya boleh memenangkan sebanyak mungkin orang (1 Kor. 9:19). la juga rela mengorbankan miliknya, bahkan mengorbankan dirinya demi jiwa orang (2 Kor. 12:15); dan dengan tangannya sendiri bekerja untuk memenuhi keperluan kawan-kawan seperjalanannya (Kis. 20:34), dan bukan saja rela membagi Injil Allah dengan orang, tetapi juga nyawanya sendiri (1 Tes. 2:8). 

Saudara Watchman Nee menulis sepucuk surat kepada saudara K.H. Weigh, yang di antaranya memuat kalimat demikian: “Orang yang memimpin, harus belajar mengasihi orang lain, memikirkan orang lain, memperhatikan orang lain, berkorban bagi orang lain, dan rela memberikan segala-galanya kepada orang lain. Jika tidak dapat berkorban diri untuk orang lain, ia tidak layak menjadi pemimpin. Belajarlah memberikan segalanya kepada orang lain, sekalipun kamu nampaknya tidak memiliki apa-apa, maka Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya.” 

Hudson Taylor juga seorang yang mengorbankan segala-galanya demi penginjilan dan penyelamatan jiwa di Cina. Bahkan nyawa dan hartapun, apapun yang dia miliki dia berikan seluruhnya untuk Cina. (Umum, LYD)

 

Ayat Hafalan: “Roh itu sendiri bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” (Rm. 8:16) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 34—36

(72)