Eat n Drink 215 | Makna Konsikrasi

Edisi 14 Agustus 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Rm. 12

12:1 Karena itu, Saudara-saudara, oleh kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itulah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna.

12:3 Berdasarkan anugerah yang diberikan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir sedemikian rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh, kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,

12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.

12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;

12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan belas kasihan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesengsaraan, dan bertekunlah dalam doa!

12:13 Turutlah menanggung kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan hal-hal yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada hal-hal yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam damai dengan semua orang!

12:19 Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: “Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan,” firman Tuhan.

12:20 Tetapi, “Jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu membuat dia malu seperti menumpukkan bara api di atas kepalanya.”

12:21 Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

 

Makna Konsikrasi

Doa baca: “Karena itu, Saudara-saudara, oleh kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itulah ibadahmu yang sejati.” (Rm. 12:1)

 

Roma 12:1 mengatakan bahwa makna konsikrasi ialah menjadi suatu “korban”. Alkitab menunjukkan bahwa kapankala suatu barang disisihkan dari posisi dan kegunaan awalnya, kemudian diletakkan di mezbah Allah, dikhususkan bagi Dia, maka barang itu kemudian menjadi korban.

Di dalam catatan Perjanjian Lama, manusia mempersembahkan lembu dan domba sebagai korban. Prinsipnya ialah ini: lembu aslinya tinggal di sebidang tanah dan digunakan untuk membajak sawah dan mendorong kereta. Sekarang ia diambil dari tanah itu dan dibawa di samping mezbah. Ada satu perubahan posisi di sini. Kemudian ia dibunuh, diletakkan di atas mezbah, dan dihanguskan oleh api untuk menjadi bau-bauan yang harum bagi Tuhan. Ini adalah perubahan kegunaan. Sehingga dapat dikatakan bahwa lembu itu menjadi korban. Suatu korban, tidak lain ialah barang disisihkan bagi Allah dan diletakkan di atas mezbah, dengan perubahan posisi dan perubahan kegunaan.

Ketika kita mempersembahkan diri kita kepada Allah sebagai korban, kita menjadi makanan bagi Allah; kita adalah bagi kepuasan-Nya. Di antara persembahan dari bangsa Israel, beberapa dipakai untuk kegunaan Allah, seperti emas, perak, batu berharga, kain yang berwarna-warni, wol dan kulit domba (Kel. 25:2-7); dan beberapa dipersembahkan kepada Allah sebagai makanan, seperti lembu, domba, burung dara, merpati digunakan sebagai korban bakaran. Ketika semuanya ini dipersembahkan sebagai korban bakaran, mereka dibakar di atas mezbah dan menjadi bau-bauan yang harum bagi Allah (Im. 3:11). Ketika Allah menerima bau-bauan yang manis dari korban ini, Ia dipuaskan. (96 Perkataan Sehat, Pelajaran 9, W. Lee)

 

Ayat Hafalan 1: “Roh itu sendiri bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” (Rm. 8:16)

Ayat Hafalan 2: “Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan melalui semua dan di dalam semua.”(Ef. 4:6)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 50—52

(61)