Eat n Drink 220 | Yang Lemah Mempermalukan Yang Kuat

Edisi 19 Agustus 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Kor. 1:10-31

1:10 Tetapi aku menasihatkan kamu, Saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

1:11 Sebab, Saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloë tentang kamu bahwa ada perselisihan di antara kamu.

1:12 Yang aku maksudkan ialah bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.

1:13 Apakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?

1:14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorang pun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 

1:15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan bahwa kamu dibaptis dalam namaku.

1:16 Juga keluarga Stefanas aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu apakah ada lagi orang yang aku baptis.

1:17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

1:19 Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”

1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?

1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmat, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,

1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: Untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia.

1:26 Ingat saja, Saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: Menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

1:28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

1:29 supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

1:30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

1:31 Karena itu seperti ada tertulis: “Siapa saja yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

 

Yang Lemah Mempermalukan Yang Kuat

Doa-baca: “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,” (1 Kor. 1:27)

 

Dalam ayat 27 dan 28, sampai tiga kali diulanginya kata “dipilih Allah” mewahyukan kepada kita kedaulatan Allah dalam menanggulangi tiga macam orang dunia yaitu yang berhikmat, yang kuat, dan yang terpandang. Orang yang terpandang adalah “apa yang berarti”, mereka menerima hormat di dunia, tetapi disingkirkan Allah dari dalam ekonomi-Nya. Dalam pandangan manusia, orang-orang yang tidak terpandang begitu dipandang rendah seolah-olah tidak ada,  mereka adalah “yang tidak berarti”. Tetapi Allah justru menggunakan orang-orang demikian untuk meniadakan mereka yang berarti, terpandang, dan dihargai dalam dunia. Allah telah memilih orang-orang yang tidak terpandang agar Ia dapat memalukan orang-orang yang terpandang.

Membicarakan hal tentang memperhidupkan Kristus itu mudah, tetapi mempraktekkannya itu sulit. Asalkan kita menganggap diri kita berhikmat, kita tidak memperhidupkan Kristus. Semua orang yang sungguh-sungguh memperhidupkan Kristus menganggap diri mereka bodoh, lemah, dan tidak terpandang. Allah tidak memilih orang yang berhikmat, kuat, dan terpandang. Jika Anda menganggap diri sendiri berhikmat, kuat, dan terpandang, itu berarti Anda menolak pilihan Allah. Cara hidup Anda yang menganggap diri Anda berarti, membuat Anda menolak pilihan Allah. Allah memalukan orang yang berhikmat, kuat, dan terpandang. Jangan sekali-kali menganggap diri kita berarti. Jika kita memandang diri kita berarti, Allah akan meniadakan kita. (PH1 Korintus, berita 9, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. (Ef.4:7)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 73—77

(61)