Eat n Drink 223 | Bersyukur atas Panas dan Tekanan

Edisi 22 Agustus 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Kor. 4

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: Sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

4:3 Bagiku tidak begitu penting entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi.

4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan apa pun tentang diriku, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan, melainkan Tuhanlah yang menghakimi aku.

4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Kelak tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah. 

4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apa artinya ungkapan: “Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan mengutamakan yang satu daripada yang lain.

4:7 Sebab siapa yang menganggap engkau begitu penting? Apa yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Jika engkau memang menerimanya, mengapa engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?

4:8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kamu.

4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.

4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.

4:11 Sampai saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,

4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;

4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk mempermalukan kamu, tetapi untuk menegur kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapak. Akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapakmu karena Injil.

4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: Turutilah teladanku!

4:17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang terkasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan mengingatkan kamu akan cara hidupku dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.

4:18 Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu.

4:19 Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya dan aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.

4:20 Sebab Kerajaan Allah tidak terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.

4:21 Apa yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan lemah lembut?

 

Bersyukur atas Panas dan Tekanan

 Doa baca: Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar” (1 Kor. 4:11-12)

 

Banyak orang Kristen terpengaruh ajaran yang menganggap bila kita percaya kepada Tuhan Yesus dan bertingkah laku baik demi kemuliaan Allah, kita akan diberkati dan berkelimpahan dalam segala sesuatu. Menurut ajaran itu, kita akan berhasil dan berkelimpahan. Bila ajaran itu benar, maka Paulus adalah seorang beriman yang paling kasihan yang pernah hidup. Dalam 1 Korintus 4:11-12, “Sampai saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul, dan hidup mengembara, kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;” Inikah lukisan seorang yang berhasil dan berkelimpahan? Situasi Paulus sangat berbeda dengan yang dijanjikan oleh ajaran yang menganggap orang yang percaya kepada Tuhan dan hidup dengan wajar akan diberkati dalam harta benda. Akan tetapi Paulus sebenarnya adalah orang yang paling diberkati di antara orang-orang Kristen, karena ia benar-benar tersusun dari Allah Tritunggal.

Puji Tuhan, kita menerima perawatan Tuhan dan juga sedang dalam proses pengubahan. Kita menerima lebih banyak emas ilahi ke dalam diri kita. Haleluya, atas sifat ilahi yang telah ditambahkan kepada kita! Kita juga memuji Tuhan atas penebusan ajaib, yang kita alami dari hari ke hari, agar kita diakhiri, dibawa kembali kepada Allah, dan digantikan oleh Kristus sendiri. Kita juga bersyukur untuk panas dan tekanan yang mengubah kita dari tanah liat menjadi batu permata. (Pelajaran Hayat 1 Korintus, berita 32, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,” (Kol. 1:15) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 90—97

(63)