Eat n Drink 225 | Muliakanlah Allah dengan Tubuhmu

Edisi 24 agustus 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Kor. 6

6:1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?

6:2 Atau tidak tahukah kamu bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?

6:3 Tidak tahukah kamu bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi, apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, apakah kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak terhitung dalam jemaat?

6:5 Hal ini kukatakan untuk mempermalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudara seimannya? 

6:6 Apakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?

6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan?

6:8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan merugikan orang dengan menipu, dan hal itu bahkan kamu lakukan terhadap saudara-saudara seimanmu.

6:9 Atau tidak tahukah kamu bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, pezina, laki-laki yang bersetubuh dengan sesama jenisnya, pasangan orang yang berbuat demikian,

6:10 pencuri, orang tamak, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

6:11 Beberapa orang di antara kamu memang demikian dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

6:12 “Segala sesuatu halal bagiku,” tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak mau membiarkan diriku diperhamba oleh apa pun.

6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: Tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15 Tidak tahukah kamu bahwa tubuh kamu semua adalah anggota Kristus? Jadi, akan kuambilkah anggota Kristus dan menjadikannya anggota tubuh pelacur? Sekali-kali tidak!

6:16 Atau tidak tahukah kamu bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuh kamu semua adalah bait Roh Kudus yang tinggal di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

Muliakanlah Allah dengan Tubuhmu 

Doa baca: “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor. 6:20)

 

Kita bukan hanya sebagai orang yang diselamatkan Tuhan, tetapi juga sebagai orang yang dibeli Tuhan dengan harga yang mahal, yaitu dengan darah adi-Nya. Sebab itu, kita bukan milik kita sendiri, tetapi milik Tuhan; kita tidak mempunyai hak atas diri sendiri, hak kita berada di tangan Tuhan. Kita mempersembahkan diri kepada Tuhan, membiarkan Tuhan mendapatkan kita, berarti membiarkan Tuhan di atas diri kita menikmati hak-Nya yang sah. Karena kita “adalah milik Tuhan”, seharusnya “hidup untuk Tuhan”. Tidak saja harus hidup untuk Tuhan, juga harus “mati untuk Tuhan”. Baik hidup maupun mati, kita semua harus untuk Tuhan, bukan untuk diri sendiri. Inilah yang seharusnya didapatkan Tuhan pada diri kita. Untuk itu perlu persembahan diri kita. Kaum beriman yang tidak mempersembahkan diri, hidup mereka tidak bisa memuliakan Tuhan, mati pun tidak bisa memuliakan Tuhan. Hanya orang-orang yang mempersembahkan diri kepada Tuhan, yang untuk Tuhan tidak mempedulikan hidup atau mati. Baik hidup atau mati, selalu bisa memuliakan Tuhan.

Tujuan terakhir persembahan kita adalah memuliakan Allah. Memuliakan Allah adalah mengekspresikan Allah, menyatakan Allah. Terang listrik terpancar dari bola listrik, itulah mulia. Sebab itu, persembahan kita adalah meletakkan segala milik kita, membiarkan Allah menjadi segala sesuatu, di dalam kita mendapatkan kedudukan yang mutlak, dari diri kita menyatakan diri-Nya dan dimuliakan.     (Pokok-pokok Penting dalam Alkitab (4), W. Lee)

Ayat Hafalan: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,” (Kol. 1:15) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 103—106

(64)