Eat n Drink 226 | Kamu Telah Dibeli

Edisi 25 Agustus 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Kor. 7:1-24

7:1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,

7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai istrinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula istri terhadap suaminya.

7:4 Istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya.

7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak dapat menahan hawa nafsu. 

7:6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.

7:7 Meskipun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.

7:8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tetap dalam keadaan seperti aku.

7:9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin daripada hangus karena hawa nafsu.

7:10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku — tidak, bukan aku, tetapi Tuhan — perintahkan, supaya seorang istri jangan bercerai dari suaminya.

7:11 Jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami janganlah menceraikan istrinya.

7:12 Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: Kalau ada seorang saudara seiman beristrikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia.

7:13 Kalau ada seorang istri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.

7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh istrinya dan istri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, tentu anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

7:15 Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari itu tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

7:16 Sebab bagaimana engkau mengetahui, hai istri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimana engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan istrimu?

7:17 Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.

7:18 Kalau seseorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Kalau seseorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.

7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah menaati hukum-hukum Allah.

7:20 Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.

7:21 Apakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.

7:22 Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang merdeka, milik Tuhan. Demikian pula orang merdeka yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.

7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

7:24 Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil.

 

Kamu Telah Dibeli

Doa baca: “Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia”(1 Kor. 7:23)

 

Tuhan telah membeli kita dengan harga pengorbanan nyawa-Nya. Karena kita telah ditebus oleh Tuhan, maka hak milik atas diri kita telah beralih kepada Tuhan. Kita bukan lagi milik kita sendiri, melainkan milik Tuhan. Sebab itu, kita wajib memuliakan Allah dengan tubuh kita. Dengan harga pencucuran darah-Nya di atas salib, Tuhan telah menebus kita. Maka berdasarkan hak Tuhan itulah kita sudah seharusnya menjadi milik-Nya.  

Kita harus nampak dengan jelas bahwa kita adalah orang-orang yang telah dibeli oleh Tuhan dengan harga yang paling tinggi. Tuhan membeli kita bukan dengan emas atau perak, tetapi dengan darah-Nya. Dalam hal ini terkandunglah kasih dan hak Tuhan. Oleh karena kasih Tuhan, kita memilih melayani Dia; oleh karena hak Tuhan, kita tak dapat tidak berjalan mengikuti-Nya. Karena itu, konsikrasi berdasarkan hak Tuhan dan kasih yang melampaui perasaan manusia. Karena dua alasan inilah, mau tidak mau kita harus menjadi milik Tuhan.

Jadi, konsikrasi bukanlah melihat berapa banyak orang memberi sesuatu kepada Allah; konsikrasi adalah kita telah diperkenan di hadirat Allah, dan Allah mengizinkan kita melayani Dia. Hanya orang yang telah dirahmati, orang yang telah dimiliki oleh Tuhan, baru bisa melakukan konsikrasi. Konsikrasi berarti, “Ya Tuhan karuniailah aku kesempatan dan hak istimewa, agar aku boleh datang ke hadirat-Mu untuk melayani-Mu. Aku ini milik-Mu, ya, Tuhan. Telingaku, tanganku, dan kakiku telah dibeli oleh darah, adalah milik Tuhan. Sejak kini dan seterusnya, aku tidak bisa memakainya untuk diri sendiri lagi.” (Konsikrasi (Persembahan), W. Nee)

 

Ayat Hafalan: Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia” (Kol. 1:7)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 107—110

(66)