Eat n Drink 227 | Hidup Tanpa Kekhawatiran

Edisi 26 Agustus 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Kor. 7:25-40

7:25 Sekarang tentang orang-orang yang belum kawin. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat Allah.

7:26 Aku berpendapat bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, baiklah bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.

7:27 Apakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Apakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!

7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Demikian pula, kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.

7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: Waktunya telah singkat! Karena itu, dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristri;

7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;

7:31 pendeknya, orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekhawatiran. Orang yang tidak beristri memusatkan perhatiannya pada hal-hal mengenai Tuhan, bagaimana ia menyenangkan Tuhan.

7:33 Sebaliknya, orang yang beristri memusatkan perhatiannya pada hal-hal duniawi, bagaimana ia menyenangkan istrinya,

7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada hal-hal mengenai Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada hal-hal duniawi, bagaimana ia menyenangkan suaminya.

7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu, sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang patut, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

7:36 Tetapi jikalau seseorang menyangka bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap tunangannya, jika tunangannya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.

7:37 Tetapi kalau ada seseorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan tunangannya, ia berbuat baik.

7:38 Jadi, orang yang kawin dengan tunangannya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan tunangannya berbuat lebih baik.

7:39 Istri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu seorang yang percaya.

7:40 Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Lagi pula aku berpendapat bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.

 

Hidup Tanpa Kekhawatiran 

Doa baca: “Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekhawatiran.” (1 Kor. 7:32a)

 

Semua manusia senang kalau senantiasa bisa bersukacita; tidak mau kalau menderita. Supaya bisa bersukacita atau ingin tidak menderita, maka dia tidak boleh menanggung suatu beban apa pun. Menurut catatan Alkitab, ada dua macam beban: Pertama adalah beban dosa dan kedua adalah beban kekhawatiran. Jika dosa tidak dibereskan, maka tidak akan ada sukacita; jika kekhawatiran tidak dibereskan, juga tidak akan ada sukacita.

Satu hal yang harus kita ketahui dengan jelas, kita bukan bersukacita karena keadaan sekitar, melainkan karena Tuhan kita. Ketika keadaan sekeliling sulit, menyedihkan, membuat kita mengucurkan air mata, tetapi karena kita menengadah kepada Dia yang mengasihi kita, yang juga adalah Tuhan yang kita kasihi, kita bersukacita. Dia sendirilah yang memuaskan hati kita.

“Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam segala doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”(Fil. 4:4) Bagaimana kita dapat bebas dari kekhawatiran? Pertama, melalui doa yang adalah doa umum. Kedua, melalui permohonan yaitu membuat permintaan-permintaan khusus untuk memenuhi keperluan-keperluan khusus dari hati kita. Ketiga, melalui ucapan syukur, kita menyatakan permintaan kita kepada Allah. Jika Anda menyatakan segala hal keinginan Anda kepada Allah dalam doa, permohonan dan ucapan syukur, maka Anda akan memperoleh satu hasil yang terbaik — “Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Fil. 4:7) (Dua Belas Bakul (3), bab 9, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia” (Kol. 1:7)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 111—118

(53)