Eat n Drink 231 | Jangan Lupakan Dia

Edisi 30 Agustus 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Kor. 11:2-34

11:2 Aku memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.

11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

11:4 Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.

11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. 

11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: Ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

11:8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.

11:9 Lagi pula, laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

11:10 Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

11:11 Sekalipun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.

11:12 Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah tanpa menudungi kepalanya?

11:14 Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,

11:15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.

11:16 Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.

11:17 Dalam petunjuk-petunjuk berikut ini, aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan.

11:18 Sebab pertama-tama aku mendengar bahwa apabila kamu berkumpul sebagai jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya.

11:19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapa di antara kamu yang tahan uji.

11:20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan.

11:21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk.

11:22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau apakah kamu hendak menghina jemaat Allah dan mempermalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.

11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata, “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”

11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dengan darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

11:27 Jadi, siapa saja dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.

11:28 Karena itu, hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

11:29 Karena siapa yang makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.

11:30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.

11:31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

11:32 Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.

11:33 Karena itu, Saudara-saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, hendaklah kamu saling menunggu.

11:34 Kalau ada orang yang lapar, baiklah ia makan dahulu di rumahnya, supaya jangan kamu berkumpul untuk dihukum. Hal-hal yang lain akan kuatur, kalau aku datang.

 

Jangan Lupakan Dia

Doa baca: “Dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata, ‘Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!’’’ (1 Kor. 11:24)

 

Tuhan tahu kita bisa melupakan diri-Nya. Meskipun kasih karunia yang kita terima demikian besar, dan penebusan yang kita peroleh demikian ajaib, namun pengalaman membuktikan bahwa kita bisa melupakan-Nya. Saudara saudari yang baru percaya, walau baru beroleh selamat, bila mereka sedikit tidak waspada, mereka pun bisa melupakan penyelamatan Tuhan. Itulah sebabnya dengan khusus Tuhan berkata kepada kita, “Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

Tuhan menghendaki kita memperingati-Nya, bukan saja karena kita bisa melupakan-Nya, juga karena Tuhan sendiri memerlukan peringatan kita. Dengan kata lain, Tuhan tidak mau kalau kita melupakan-Nya. Dia mau, sewaktu kita hidup di bumi ini, kita tidak melupakan Dia. Dari minggu ke minggu, Dia menghendaki kita hidup di hadapan-Nya dan senantiasa memperingati-Nya. Dia menghendaki kita mendapatkan faedah rohani. Tuhan menghendaki kita memperingati Dia, ini adalah permintaan kasih-Nya. Karena kalau kita tidak sering memperingati Tuhan, membentangkan penebusan-Nya di hadapan kita, kita akan mudah sekali berbaur dengan dosa dunia ini, dan mudah pula muncul perselisihan di antara sesama anak-anak Allah, yang olehnya kita akan menderita kerugian yang sangat besar. Itulah sebabnya Tuhan menghendaki kita memperingati-Nya. Jika kita memperingati Dia, kita akan mendapatkan faedah. Jadi, ini pun adalah salah satu jalan untuk mendapatkan rahmat Allah; kita dapat menerima kasih karunia Tuhan melaluinya. (Pemecahan Roti, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Rm. 8:14)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 132—134

(49)