Eat n Drink 233 | Keunggulan Kasih

Edisi 1 September 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Kor. 13

13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

13:3 Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 

13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

13:7 Ia menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa lidah akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

 

Keunggulan Kasih

Doa baca: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Kor.13:13)

 

Dalam 13:8-13 Paulus membicarakan keunggulan kasih. Kasih tidak berkesudahan berarti kasih ini bertahan lebih lama daripada segala sesuatu, tetap berpegang pada tempatnya. Kasih tak berkesudahan, tidak akan pudar, tidak akan berakhir. Semua karunia, baik nubuat-nubuat, atau bahasa lidah, atau pengetahuan, adalah sarana operasi Allah, bukan hayat yang mengekspresikan Allah. Karena itu, semuanya akan berhenti dan menjadi tidak berguna. Semua ini bersifat sezaman. Hanya hayat yang diekspresikan oleh kasih adalah kekal. Hanya kasih yang dimiliki orang-orang yang matang akan bertahan sampai kekal.

Tidak ada satu pun yang dapat menggoyahkan kasih atau menyingkirkannya. Semua karunia lainnya termasuk tutur-sabda, pada akhirnya akan berakhir, tetapi kasih tetap ada. Kasih tidak akan pernah runtuh. Pada zaman yang akan datang akan ada kasih, tetapi tidak akan ada bahasa lidah, penafsiran bahasa lidah, maupun tutur-sabda. Baik bahasa lidah, yaitu karunia yang paling kekanak-kanakan, dan tutur-sabda, karunia yang lebih matang, akan berakhir.  kasih adalah yang terbesar di antara ketiga kebajikan yang tetap ada ini. Maka kita harus mengejar kasih (1 Kor. 14:1). Kasih merawat Tubuh dan membangun Tubuh. Pertama-tama kasih menyatukan Tubuh dan kemudian membangunnya. Karena itu, kita memfokuskan perhatian kita pada kasih yang akan membangun Tubuh ini. Kita harus mengejar kasih dan tetap tinggal di dalam Tubuh untuk menikmati Roh itu. Hanya kasih yang akan membangun Tubuh. Karena itu, kita semua harus mengejar kasih ini. (PH 1 Korintus, berita 60, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (1 Kor. 6:17)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 140—144

(47)