Eat n Drink 239 | Menghibur untuk Dihibur

Edisi 7 September 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 2 Kor. 1:1–2:11

1:1 Dari Paulus, yang atas kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara seiman kita. Kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.

1:2 Anugerah dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh kemurahan dan Allah sumber segala penghiburan,

1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 

1:6 Jika kami menderita, hal itu adalah untuk penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk menderita dengan sabar kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

1:7 Pengharapan kami akan kamu teguh, karena kami tahu bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

1:8 Sebab kami mau, Saudara-saudara, supaya kamu tahu tentang penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga mengenai hidup kami.

1:9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

1:10 Ia telah dan akan menyelamatkan kami dari kematian yang begitu ngeri: Kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,

1:11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

1:12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan anugerah Allah.

1:13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahami. Aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya,

1:14 seperti yang telah kamu pahami sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

1:15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima anugerah untuk kedua kalinya.

1:16 Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea.

1:17 Jadi, apakah aku bertindak seenaknya saja dalam merencanakan hal ini? Atau apakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat “ya” dan “tidak”?

1:18 Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak “ya” dan “tidak”.

1:19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.

1:20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh karena Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.

1:21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi

1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

1:23 Tetapi aku berseru kepada Allah sebagai saksi yang mengenal isi hatiku bahwa aku tidak datang ke Korintus justru karena aku tidak mau bersikap keras padamu.

1:24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.

2:1 Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita.

2:2 Sebab, jika aku mendukakan hatimu, siapa lagi yang dapat membuat aku menjadi gembira kalau bukan orang yang kubuat berdukacita itu.

2:3 Justru itulah maksud suratku itu, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita karena mereka yang seharusnya membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu.

2:4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan pedih dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.

2:5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya hati beberapa orang di antara kamu. Aku tidak melebih-lebihkan hal ini.

2:6 Bagi orang yang demikian cukuplah sudah hukuman oleh sebagian besar dari kamu,

2:7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa karena kesedihan yang terlampau berat.

2:8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.

2:9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.

2:10 Sebab siapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni — seandainya ada yang harus kuampuni — maka hal itu kulakukan karena kamu di hadapan Kristus,

2:11 supaya Iblis jangan memperdaya kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

 

Menghibur untuk Dihibur

Doa baca: “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh kemurahan dan Allah sumber segala penghiburan.” (2 Kor. 1:3)

 

Ayat 3 dan 4 mengatakan, “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh kemurahan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” Penghiburan dalam ayat ini menyiratkan pendorongan semangat. Allah disebut Bapa yang penuh belas kasihan (kemurahan) dan Allah sumber segala penghiburan, karena surat ini adalah surat yang menghibur dan mendorong, yang ditulis oleh rasul setelah dia dihibur dan didorong oleh pertobatan kaum beriman Korintus.  

Dalam ayat 4 Paulus mengatakan bahwa kita sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kita terima dari Allah. Kita harus terlebih dulu mengalami penghiburan Allah, kemudian baru dapat menghibur orang lain dengan penghiburan dari Allah yang telah kita alami. Maka, kita dihibur dulu supaya kita dapat menghibur orang lain. Ini memerlukan pengalaman. 

Jika Anda belum pernah menderita dan belum pernah dihibur oleh Allah, maka Anda tidak akan dapat menghibur orang lain. Karena Anda tidak memiliki realitas, pengalaman, dan modal rohani. Oleh sebab itu, pertama-tama kita sendiri harus menderita demi kepentingan Tuhan dan kemudian dihibur dan didorong oleh Allah. Pengalaman inilah yang akan menjadi modal rohani untuk menghibur orang lain. Dengan cara inilah, kita dihibur dan kita baru dapat menghibur orang lain. (PH 2 Korintus, berita 1, W. Lee)

Ayat Hafalan: “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” (Mat. 5:14) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ams. 10—11

(53)