Eat n Drink 249 | Bersyukur atas Kebenaran

Edisi 17 September 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 2 Kor. 12:1-18

12:1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan dari Tuhan.

12:2 Aku tahu tentang seseorang di dalam Kristus; empat belas tahun yang lampau — entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari surga.

12:3 Aku juga tahu tentang orang itu — entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya —

12:4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.

12:5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. 

12:6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang berpikir tentang aku lebih daripada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari aku.

12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menghantam aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari hadapanku.

12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku, “Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

12:10 Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

12:11 Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikit pun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu.

12:12 Tanda-tanda seorang rasul telah diperlihatkan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran melalui tanda-tanda, mukjizat-mukjizat dan kuasa-kuasa.

12:13 Sebab dalam hal mana kamu dibelakangkan dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain dalam hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi beban kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini!

12:14 Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri. Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya.

12:15 Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. Jadi, jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi?

12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan beban bagi kamu, tetapi — kamu katakan — dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.

12:17 Pernahkah aku mengambil untung dari kamu melalui seorang dari antara mereka yang kuutus kepada kamu?

12:18 Memang aku telah meminta Titus untuk pergi dan bersama-sama dengan dia aku mengutus saudara seiman yang lain itu. Apakah Titus mengambil untung dari kamu? Tidakkah kami berdua hidup menurut roh yang sama dan tidakkah kami berlaku menurut cara yang sama?

 

Bersyukur atas Kebenaran 

Doa baca: “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. ”  (2 Kor. 12:9)

 

Nampakkah Anda? Kelemahan bukanlah hal yang menyedihkan, sebaliknya kelemahan adalah perkara yang dapat dimegahkan. Apakah Anda pernah berkata, “Puji syukur kepada Allah, karena Engkau membuat aku gagal total?” Apakah Anda memuji Allah, karena di dalam Anda penuh dengan dosa? Kalau Anda mempunyai kesulitan-kesulitan ini, Anda harus bersyukur dan memuji kepada Allah. Jadi, pertama adalah tidak mampu, kedua adalah tidak berusaha mampu, ketiga adalah bersyukur kepada Allah, memuji Allah, karena aku tidak mampu.

Kalau tidak ada kelemahan, kuasa Kristus tidak bisa menaungi. Sebab itu aku di sini memegahkan kelemahanku, karena kelemahanku Tuhan mempunyai kesempatan bekerja. Aku mempunyai kesempatan membuktikan kuasa Tuhan, aku memberi Tuhan kesempatan menggantikan aku mengerjakan sesuatu. Menemukan kelemahan diri sendiri bukanlah dosa, tetapi tidak percaya kuat kuasa Allah adalah dosa. Mempunyai satu dosa yang tidak bisa dikalahkan bukanlah dosa, tidak percaya Allah bisa menggantikan Anda untuk menang adalah dosa. Tuhan memperlihatkan diri Anda tidak mampu, bukan bermaksud supaya Anda putus asa, tetapi supaya Anda percaya Tuhan di atas diri Anda mempunyai satu kesempatan yang baik. Ketika Anda nampak diri sendiri tidak mampu, tidak berdaya, dan ketika Anda melihat Tuhan bisa membuat Anda mampu, Anda akan bersyukur kepada Allah. (Hayat yang Menang, bab 4, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.” (Rm. 15:6)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Ams. 29

(58)