Eat n Drink 252 | Bukan Aku Lagi yang Hidup

2:16 Kita tahu bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya melalui iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu, kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan karena iman dalam Kristus dan bukan karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “Tidak ada seorang pun yang dibenarkan” karena melakukan hukum Taurat.

2:17 Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak.

2:18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat.

2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;

2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

2:21 Aku tidak menolak anugerah Allah. Sebab sekiranya ada pembenaran melalui hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

 

Bukan Aku Lagi yang Hidup 

Doa baca: “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Gal. 2:19b-20)

 

Banyak orang Kristen yang merasa berat sekali untuk mempertahankan kehidupan orang Kristen. Setiap hari melakukannya, tetapi setiap hari selalu mengeluh; setiap hari berusaha, tetapi setiap hari gagal; setiap hari mempertahankan kesaksian, tetapi setiap hari memalukan Tuhan. Banyak orang ingin menolak dosa, tetapi tidak kuat; kalau tidak menolak dosa, hati merasa tidak damai. Ingin sabar tidak bisa; kalau marah-marah, hati tidak ada damai; ingin mengasihi orang, tidak mampu; kalau membenci orang, hati tidak enak. Banyak orang yang merasa “lelah” menjadi orang Kristen. Sebelum percaya Tuhan, ia telah menanggung beban dosa; sekarang sejak percaya Tuhan, ia tetap lelah menanggung beban kudus. Beban itu diganti dengan beban ini, namun tetap saja merasa berat, penat, dan sengsara.

Keadaan yang demikian membuktikan bahwa mereka telah menjadi orang Kristen yang salah. Paulus berkata, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Inilah rahasia kehidupan orang Kristen. Tuhanlah yang menjadi orang Kristen di dalam Anda, bukan Anda menjadi orang Kristen di dalam Anda sendiri. Bila Anda menjadi orang Kristen di dalam Anda sendiri, untuk bersabar terasa sulit, mengasihi sulit, rendah hati sulit, menanggung salib juga sulit. Sebaliknya, bila Kristus hidup di dalam Anda, bersabar terasa senang, mengasihi senang, rendah hati senang, memikul salib juga senang. (Hayat Kita, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat” (Ibr. 7:22) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Pkh. 3:16—5:7

(57)