Eat n Drink 253 | Percaya kepada Firman Allah

Edisi 21 September 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Gal. 3

3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapa yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari kamu: Apakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?

3:3 Apakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, apakah sekarang kamu mau mengakhirinya di dalam daging?

3:4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!

3:5 Jadi, bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan melakukan mukjizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 

3:6 Dengan cara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

3:7 Jadi, kamu lihat bahwa mereka yang hidup berdasarkan iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi berdasarkan iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.”

3:9 Jadi, mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”

3:11 Lagi pula, jelaslah, tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”

3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.

3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

3:14 Yesus Kristus telah melakukan hal ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga melalui iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

3:15 Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun dibuat oleh manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorang pun.

3:16 Adapun segala janji itu diucapkan kepada Abraham dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah yang dimaksudkan adalah banyak orang, tetapi hanya satu orang “dan kepada keturunanmu”, yaitu Kristus.

3:17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.

3:18 Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, itu tidak lagi berasal dari janji; tetapi justru berdasarkan janjilah Allah telah memberikan anugerah-Nya kepada Abraham.

3:19 Kalau demikian, apakah maksud hukum Taurat? Hukum itu ditambahkan karena pelanggaran-pelanggaran — sampai datang keturunan yang dimaksudkan oleh janji itu — dan disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.

3:20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.

3:21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.

3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya berdasarkan iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.

3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.

3:24 Jadi, hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan berdasarkan iman.

3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.

3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah melalui iman di dalam Yesus Kristus.

3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

3:29 Lagi pula, jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan ahli waris menurut janji Allah.

 

Percaya kepada Firman Allah 

Doa baca: “Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?” (Gal. 3:2)

 

Kita harus mempercayai Injil, yaitu firman Allah. Apapun juga yang Tuhan ucapkan di dalam Alkitab adalah untuk dinikmati dan dialami oleh kita. Mungkin ada kalanya ketika kita memikirkan apa yang kita baca di dalam Alkitab itu tidak mungkin, sehingga firman yang diucapkan itu tidak berkhasiat dalam kehidupan Kristen kita. Jika kita kurang memahaminya, kita harus berdoa dan bersekutu sampai kita jelas. Jangan pernah meragukan Firman Allah.

Di manakah kita menerima iman untuk mempercayai Firman Allah? Galatia 3:2 dan 5 memberitahu kita bahwa kita menerima Roh itu dan Tuhan menyuplai Roh itu kepada kita dengan pendengaran dari iman. Ketika kita mendengar firman Allah, iman diinfuskan ke dalam roh kita. Iman itu menciptakan suatu apresiasi terhadap apa yang diucapkan. Ketika kita berdoa kepada Tuhan menurut apa yang diucapkan kepada kita, kita menerima realitas yang disampaikan oleh firman itu. Misalnya, ketika kita membaca Roma 10:12, “Tuhan yang satu itu kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya”. Kemudian kita perlu berdoa, “Engkau berkata bahwa Engkau akan menjadi kaya bagiku jika aku berseru. O Tuhan Yesus, aku berseru kepada-Mu sekarang dan aku percaya bahwa Engkau adalah kaya bagiku. Terima kasih, Tuhan!” Jika kita menerima firman Tuhan dengan menyetujuinya, mempercayainya, bertindak atasnya, dan berdoa menurutnya, apapun juga yang Alkitab katakan bukan hanya menjadi suatu janji bagi kita melainkan juga suatu fakta perampungan sebagai suatu warisan bagi kita. (Sikap Kita Terhadap Alkitab, Berita 23)

Ayat Hafalan: “Demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat” (Ibr. 7:22) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Pkh. 5:8—6:12

(50)